Kenali dan Lakukan Strategi Ampuh Hilangkan Prokrastinasi

  • Whatsapp
banner 468x60

Penulis: Brigitta Raras

Semarakkan semangat dan aksi kolaborasi Festival Negeri Kolaborasi live di seluruh kanal media sosial GNFI. Informasi lebih lanjut kunjungi FNK 2021.

Apakah Kawan sering menunda pekerjaan atau mengerjakan tugas? Atau mungkin, Kawan baru mengerjakan di h-1 deadline? Tak jarang pasti Kawan, mengucapkan kalimat,

“Nanti aja deh ngerjainnya.”

“Nonton drakor satu episode dulu deh.”

“Besok aja deh, masih ada waktu kok”.

Nah, ini adalah salah satu tindakan dari prokrastinasi atau kebiasaan menunda-nunda. Kebiasaan ini bukanlah kebiasaan yang baik, ya Kawan. Sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai prokrastinasi, ketahui dulu yuk definisi dari prokrastinasi itu apa.

Prokrastinasi adalah sebuah tindakan menunda tugas atau pekerjaan, yang seharusnya pada hari itu Kawan kerjakan. Dilansir dari laman Psychology Today, prokrastinasi adalah adanya gap antara niat dan tindakan.

Misalnya, ketika Kawan sudah membuat daftar apa saja yang harus dikerjakan pada hari itu. Namun, ada beberapa alasan yang akhirnya Kawan memilih untuk menunda hal tersebut. Biasanya alasan tersebut dirasa jauh lebih menyenangkan daripada mengerjakan tugas Kawan.

Perlu diingat Kawan, bahwa prokrastinasi ini perilaku yang dilakukan secara sadar, ya. Prokrastinasi itu terdapat respon yang aktif dari pikiran Kawan untuk menunda sesuatu hal. Jadi, perilaku prokrastinasi bukan berasal dari alam bawah sadar Kawan.

Yuk, Tambah Pengetahuan dengan Baca 4 Buku Fiksi Sejarah Indonesia!

Banyak orang mengira bahwa prokrastinasi ini berkaitan erat dengan rasa malas, padahal tidak demikian Kawan. Prokrastinasi justru mengarah pada ketidakmampuan seseorang untuk melakukan hal yang sudah seharusnya dilakukan.

Dilansir dari laman riliv, profesor psikologi Dr. Tim Pychyl dan anggota dari Procrastination Research Group di Carleton University di Ottawa mengungkapkan bahwa prokrastinasi adalah masalah dalam mengatur emosi diri, bukan masalah dalam manajemen waktu. Pada dasarnya, kebiasaan menunda ini dapat dikendalikan melalui emosi.

Menurut Dr. Tim Pychyl, tidak ada yang menghalangi Kawan untuk bertindak tepat waktu atau mengerjakan tugas sesuai dengan waktu yang ditetapkan, kecuali Kawan sendiri yang tidak mau bertindak.

Strategi hilangkan prokrastinasi

1. Fokuslah pada ‘kenapa’

Kebiasaan menunda seringkali berfokus pada apa yang menjadi keuntungan atau kenikmatan jangka pendek. Cobalah fokus pada alasan dari kenapa Kawan mengerjakan tugas itu. Hal apa yang akan Kawan dapatkan jika Kawan mengerjakan tugas itu.

Misalnya, jika Kawan menyelesaikan persiapan presentasi Kawan di hari ini, Kawan akan dapat mengumpulkan besok pagi dan melanjutkan mengerjakan tugas yang lain. Namun, berbeda hal jika Kawan baru akan mengerjakannya di besok hari sedangkan deadline di malam hari.

Kawan akan mengerjakan secara terburu-buru dan juga masih harus mengerjakan tugas lainnya. Inilah yang akan memberikan efek domino bagi Kawan sendiri.

Manfaat Penting Meditasi untuk Kurangi Stres hingga jadi Lebih Bahagia

2. Jadilah realistis

Buatlah perencanaan atau jadwal yang pastinya Kawan sendiri mampu untuk memenuhi jadwal tersebut. Jangan membuat perencanaan yang terlalu banyak, semua hal ingin Kawan selesaikan dalam satu hari.

Akhirnya Kawan tidak dapat memenuhi atau sudah malas duluan melihat daftar yang banyak tersebut. Pastikan ketika Kawan membuat jadwal kegiatan, Kawan dapat memenuhi jadwal tersebut, ya.

Misalnya Kawan mau untuk berolahraga tapi Kawan jadwalkan di sore hari, padahal sebenarnya di sore hari Kawan kerap sudah merasa lelah karena habis bekerja seharian. Maka dari itu, jangan jadwalkan di sore hari mungkin bisa Kawan tempatkan di pagi hari sebelum berangkat bekerja.

3. Memecah tugas besar menjadi spesifik

Melakukan prokrastinasi juga tak jarang dikarenakan pekerjaan yang dirasa terlalu berat atau banyak. Kawan sudah membayangkan terlalu sulit dalam mengerjakannya. Nah, maka itu Kawan dapat menjabarkan tugas besar tadi menjadi tugas yang lebih kecil dan spesifik.

Misalnya, minggu depan Kawan harus mengumpulkan paper 15 halaman. Kalau Kawan menjadwalkan di satu hari saja tentunya akan berat. Cobalah untuk di hari pertama Kawan jadwalkan untuk mencari judul terlebih dahulu, kemudian besoknya latar belakang, kemudian hari selanjutnya isi dan seterusnya hingga kesimpulan.

Dengan begitu, Kawan tidak akan merasa berat saat mengerjakan tugas dan tentunya akan sedikit peluang kesalahan yang terjadi. Hal itu terjadi karena Kawan mengerjakan satu per satu secara fokus dan tidak terburu-buru.

Menyoal Sampah Hutan, Ferdinan Hamind: Ini Memang Persoalan Mental

4. Memberikan reward untuk diri sendiri

Menghilangkan kebiasaan menunda dapat dilakukan dengan memberikan otak Kawan apa yang disebut penawaran yang lebih baik. Salah satu caranya adalah dengan memberikan hadiah atau reward ketika Kawan berhasil menyelesaikan tugas Kawan.

Menurut seorang psikolog Alexander Rozental, memberi reward besar di akhir pekan bukanlah cara yang efektif untuk memotivasi diri. Alangkah lebih baik, jika memberi reward kecil seiring terselesainya pekerjaan Kawan.

Misalnya ketika Kawan menyelesaikan tugas A, Kawan dapat menonton drama kesukaan Kawan. Atau mungkin, ketika Kawan selesai membaca buku, Kawan bisa makan camilan kesukaanmu.

Tak ada salahnya menghadiahi diri Kawan dengan apapun yang Kawan suka dan inginkan. Dengan begitu, Kawan akan lebih semangat dalam mengerjakan tugas-tugas yang ada. Yuk mulai sekarang, coba untuk menghilangkan prokrastinasi dari kehidupan Kawan, ya!*

Referensi: Psychology Today| Psychology Today| riliv



Source link

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *