Perahu nelayan asal Sukabumi terbalik di perairan laut Cianjur

  • Whatsapp
banner 468x60

Sukabumi, Jabar (ANTARA) – Perahu tradisional yang diawaki dua nelayan asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang tengah mencari ikan di perairan laut Kabupaten Cianjur, Jabar tepatnya di Pantai Karangpotong terbalik dan nyaris karam setelah diterjang gelombang tinggi.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Perahu ditumpangi dua nelayan yakni Udep sebagai nakhoda dan seorang lainnya Rahmat yang merupakan anak buah kapal (ABK). Perahu dengan nama lambung Putri Cikal ini mengalami kecelakaan saat dioperasikan¬†menjaring ikan di wilayah perairan laut Cianjur,” kata Asep JK, Ketua Rukun Nelayan Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap,. Kabupaten Sukabumi melalui sambungan telepon, Senin, (11/10).

Baca juga: Perahu terbalik diterjang gelombang, empat nelayan Lebak selamat

Informasi yang dihimpun dari nelayan Pantai Ujunggenteng, kedua korban berangkat dari Pantai Ujunggenteng dan saat di tengah perairan laut Cianjur cuaca kurang bersahabat, angin kencang ditambah gelombang tinggi.

Udep yang merupakan nakhoda perahu tradisional tersebut mencoba mengendalikan kendaraannya dan mengarahkannya ke pantai atau daratan. Namun, usahanya tidak berhasil saat gelombang tinggi menggulung perahunya hingga terbalik.

Baca juga: Tim SAR mengakhiri operasi pencarian korban perahu terbalik di Cilacap

Akibatnya seluruh perbekakalan, peralatan dan kedua nelayan ini tercebur ke laut. Udep dan Rahmat pun terus berupaya menggapai barang-barang yang bisa mengapung dan naik badan kapal yang masih mengambang.

Beruntung nyawa awak perahu tersebut berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melihat kejadian tersebut dan mereka pun dievakuasi ke darat, sementara perahunya pun ditarik oleh kapal lain untuk ditambatkan di pantai.

Baca juga: Basarnas Cilacap: Satu korban perahu terbalik ditemukan meninggal

“Kondisi kedua nelayan asal Palabuahratu tersebut saat ini cukup baik hanya saja masih kelelahan setelah berjuang menyelamatkan diri di tengah laut dan perahunya berhasil dievakuasi ke darat namun belum diketahui masih bisa digunakan atau tidak,” tambahnya.

Asep mengatakan, saat ini kondisi cuaca di tengah laut tidak menentu terkadang cerah, tapi bisa dengan cepat berubah, maka dari itu dirinya mengimbau kepada nelayan yang hendak melaut untuk mempersiapkan segala sesuatunya khususnya alat keselamatan seperti pelampung maupun jaket keselamatan.

Baca juga: Perahu tenggelam satu nelayan hilang di Sumba Barat Daya

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Source link

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *