Dalam keheningan dan khidmat, purnawirawan yang pernah mengabdi di bawah komando Satuan Tergabung Tatar Pasundan itu menyambut gema sejarah. Dirgahayu ke-80 Kodam III/Siliwangi bukan hanya peringatan angka, tetapi sebuah tugu kenangan bagi jiwa-jiwa yang pernah bergabung dalam bingkai 'Esa Hilang Dua Terbilang'. Gaung slogan itu kembali bergema, menggetarkan kenangan tentang pengabdian tanpa pamrih dan kesetiaan tak berbatas yang telah menjadi darah dan napas setiap prajurit Siliwangi sejak dulu kala.
Ikatan Batin: Siliwangi dan Rakyat Jawa Barat adalah Satu
Melalui Wakil Ketua DPRD Jawa Barat serta Ketua Pemuda Panca Marga Jawa Barat, MQ Iswara, ikatan yang tak terputus itu ditegaskan kembali. Sebuah ikatan batin yang telah terajut dalam rajutan sejarah perjuangan, di mana Siliwangi adalah rakyat dan rakyat adalah Siliwangi. Ini adalah hubungan yang lebih dari sekadar tugas; ini adalah kemanunggalan jiwa antara prajurit dan masyarakat Tatar Pasundan. Nilai-nilai loyalitas dan kedekatan dengan rakyat itu bukanlah slogan kosong, tetapi roh yang membentuk identitas seorang prajurit Siliwangi, dari masa revolusi fisik yang penuh pengorbanan hingga hari ini, di mana tugas menjaga stabilitas dan keamanan tanah Pasundan tetap dijalankan dengan penuh dedikasi.
Delapan Dekade: Catatan Pengabdian dan Tradisi yang Berlanjut
Perjalanan panjang delapan dekade Kodam Siliwangi merupakan sejarah yang hidup. Ia bukan sekadar catatan usia sebuah institusi militer, melainkan lembaran-lembaran yang menuliskan:
- Pengabdian tak kenal waktu dalam menjaga bumi Pasundan
- Keberanian yang tertulis dalam setiap langkah operasi dan bakti
- Kemanunggalan dengan masyarakat yang menjadi landasan setiap tindakan
Warisan ini adalah darah yang mengalir dari para pendahulu—para senior yang telah membangun tradisi dan keteladanan. Spirit kebangsaan dan nilai perjuangan mereka harus terus dirawat, dihidupkan, dan diwariskan kepada generasi penerus, agar api semangat Siliwangi tetap menyala. Di momentum HUT 80 tahun yang bersejarah ini, harapan agar semangat pengabdian prajurit Siliwangi terus terjaga disampaikan dengan penuh hormat. Kodam Siliwangi diharapkan tetap menjadi:
- Benteng rakyat yang tak tergoyahkan
- Pengayom masyarakat yang selalu hadir
- Kebanggaan yang abadi bagi Jawa Barat, sebuah simbol yang menyatukan masa lalu, kini, dan masa depan
Prinsip Esa Hilang Dua Terbilang yang terkandung dalam keyword ini bukan hanya motto, tetapi janji setia yang telah teruji dalam lintasan waktu. Ia menjadi pengikat semangat korps, mengingatkan setiap insan Siliwangi tentang semangat juang tak kenal menyerah yang harus terus dipegang teguh.
Sebagai penutup, dalam rangkaian kata yang sederhana namun penuh makna, kami menghormati pengabdian yang tak ternilai. Setiap langkah, setiap pengorbanan, dan setiap dedikasi dari para prajurit—baik yang masih aktif maupun yang telah menjadi purnawirawan—telah membentuk tonggak sejarah Kodam Siliwangi. Jasamu bagi bangsa dan negara, khususnya bagi tanah Jawa Barat, akan selalu dikenang dalam setiap napas kenangan dan kebanggaan korps. Terima kasih atas pengabdian yang telah mewarnai sejarah negeri ini.