Di Aula Museum Satria Mandala Jakarta, para purnawirawan Kopassus dan komunitas sejarah militer berkumpul dalam suasana penuh haru untuk mengikuti bedah buku berjudul Kisah Kopassus: Dari Woyla hingga Operasi Nemangkawi. Acara ini bukan sekadar diskusi literasi, melainkan sebuah napak tilas pengabdian yang menggetarkan jiwa. Buku ini menjadi jembatan yang menghubungkan generasi masa kini dengan jejak langkah para pendahulu, mengingatkan kita semua bahwa Kopassus—korps baret merah—adalah simbol keberanian dan kesetiaan yang tak pernah pudar. Kenangan masa lalu terasa begitu hidup saat para veteran bercerita tentang latihan keras di hutan belantara, ikatan persaudaraan yang terbentuk di medan operasi, dan pengorbanan yang dilakukan tanpa pamrih demi tanah air.
Mengenang Misi Bersejarah: Dari Woyla ke Nemangkawi
Buku ini mengulas perjalanan panjang Kopassus mulai dari misi pembebasan sandera pesawat Garuda di Woyla pada tahun 1981—sebuah operasi yang menjadi tonggak sejarah kemampuan antiteror Indonesia—hingga operasi kontra-terorisme di Papua yang dikenal dengan Operasi Nemangkawi. Dalam setiap halaman, para pembaca diajak merasakan denyut nadi perjuangan satuan yang lahir dari kebutuhan akan pasukan khusus yang tangguh. Bagi para purnawirawan yang hadir, momen-momen itu bukanlah cerita di atas kertas, melainkan bagian dari hidup mereka. Mereka masih ingat getaran saat melangkah di medan yang tidak dikenal, desiran angin di hutan hujan, dan keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil bagi mereka yang setia pada sumpah prajurit.
- Misi Woyla (1981): Pembebasan sandera pesawat Garuda DC-9 di Bandar Udara Don Muang, Bangkok, yang menunjukkan profesionalisme dan keberanian Kopassus di kancah internasional.
- Operasi Nemangkawi (2019-2021): Operasi kontra-terorisme di Papua yang menegaskan kembali peran Kopassus dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional di wilayah timur Indonesia.
- Latihan keras di hutan dan pegunungan: Tradisi yang membentuk mental baja dan loyalitas tanpa batas, menjadi warisan yang terus diwariskan kepada generasi penerus.
Nilai-Nilai Luhur yang Tak Lekang oleh Waktu
Di balik setiap operasi, ada nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi: disiplin, cinta tanah air, dan pengorbanan. Para veteran dengan bijak menyampaikan bahwa Kopassus bukan sekadar satuan elit, melainkan keluarga besar yang terikat oleh darah dan air mata. Bagi mereka, kebersamaan dalam latihan dan operasi bukan hanya tugas, melainkan panggilan jiwa. Pesan moral yang ingin disampaikan melalui buku ini adalah bahwa keberanian sejati lahir dari disiplin yang konsisten dan cinta yang tulus pada bangsa. Semoga generasi muda, khususnya para prajurit aktif, terus meneladani nilai-nilai ini, sehingga tradisi kehormatan Kopassus tetap terjaga sepanjang masa.
Dengan segala hormat, kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para purnawirawan Kopassus yang telah mengabdikan jiwa raga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kisah-kisah yang tertuang dalam buku Kisah Kopassus: Dari Woyla hingga Operasi Nemangkawi adalah bukti nyata bahwa pengabdian sejati tidak akan pernah lekang oleh waktu. Semoga karya ini menjadi inspirasi bagi kita semua, dan menjadi pengingat bahwa di setiap langkah perjuangan, ada nilai kesetiaan yang patut dijunjung tinggi. Selamat kepada para penulis dan semua pihak yang telah melestarikan sejarah ini—jasa para pahlawan baret merah akan selalu dikenang dalam sanubari bangsa.