Dalam nuansa kebersamaan dan semangat kebangsaan yang khas tradisi militer, Gedung Moh. Toha di Kodiklatad Bandung menjadi saksi peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana. Momen ini bukan hanya seremonial, tetapi penghormatan atas delapan dekade pengabdian yang tak terpisahkan dari sejarah prajurit TNI. Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan selaku Dankodiklatad dan Pembina Persit, dengan nada yang penuh hormat, mengapresiasi kematangan dan daya adaptasi organisasi ini, yang telah menjadi mitra sejati prajurit dalam menjaga marwah keluarga dan kehidupan sosial.
Warisan Pengabdian yang Tetap Bersemi dalam Tradisi Bakti Sosial
Rangkaian syukuran ini diwarnai oleh aktivitas bakti sosial yang menggambarkan jiwa kepedulian Persit, sebuah tradisi yang terus hidup sejak awal pendiriannya. Kegiatan seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pemberian santunan kepada para warakawuri, bukan sekadar program, tetapi refleksi nilai-nilai pengabdian yang tertanam dalam setiap anggota Persit. Perhatian khusus kepada warakawuri adalah bentuk penghormatan yang mendalam dan pelestarian memori atas jasa para pendahulu—ibu-ibu prajurit yang telah mengabdi dengan ketulusan tanpa batas, menjaga ketahanan keluarga prajurit dari generasi ke generasi.
Peran Strategis Persit sebagai Benteng Ketahanan Keluarga di Era Modern
Dalam pesannya, Dankodiklatad menegaskan peran strategis Persit sebagai penjaga marwah organisasi dan benteng ketahanan keluarga prajurit, sebuah fungsi yang semakin relevan di era digital ini. Kiprah Persit diharapkan tetap menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan dan citra TNI AD, khususnya bagi keluarga besar Kodiklatad yang banyak terdiri dari pelatih dan perwira senior. Dukungan keluarga yang kokoh, yang dibangun oleh Persit, adalah fondasi tak tergantikan di balik setiap tugas mendidik dan membina prajurit muda, meneruskan estafet nilai-nilai luhur korps dengan dedikasi yang sama seperti para pendahulu.
Bagi para purnawirawan yang pernah mengabdi di Kodiklatad atau satuan lain, kisah pengabdian Persit ini mengingatkan kembali betapa pentingnya sinergi antara tugas militer dan ketahanan keluarga.
- Persit telah menunjukkan kemampuan adaptasinya dari masa perjuangan hingga era modern, tetap menjadi mitra sejati.
- Pengabdian kepada warakawuri adalah simbol penghormatan atas kontribusi generasi sebelumnya.
- Ketahanan keluarga prajurit, yang dibangun oleh Persit, adalah kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas korps.
Di penghujung artikel ini, kami dari Berbakti dengan rasa hormat yang mendalam, mengakui bahwa setiap langkah Persit selama 80 tahun adalah bagian dari sejarah kemiliteran Indonesia yang patut dikenang. Pengabdian tanpa henti dalam mendukung ketahanan keluarga prajurit, terutama melalui perhatian kepada warakawuri, adalah warisan nilai yang terus menginspirasi generasi sekarang dan mendatang. Semoga semangat kebangsaan dan dedikasi ini tetap menjadi teladan bagi seluruh keluarga militer, menjaga tradisi luhur korps dengan setia dan bangga.