Danrem 064/MY Pimpin Ziarah Rombongan di TMP Ciceri, Teguhkan Semangat Pengabdian Prajurit

Danrem 064/MY Pimpin Ziarah Rombongan di TMP Ciceri, Teguhkan Semangat Pengabdian Prajurit

Danrem 064/Maulana Yusuf memimpin ziarah khidmat di TMP Ciceri sebagai tradisi luhur Korem 064/MY, meneguhkan semangat pengabdian prajurit menjelang peringatan HUT satuan. Kegiatan ini, yang melibatkan seluruh keluarga besar Korem, menjadi ikatan batin untuk mengenang sejarah pengabdian dan melanjutkan estafet perjuangan dengan penuh hormat.

Dalam tradisi yang terus menghidupkan nilai kesetiaan dan penghormatan, Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., telah memimpin langkah khidmat untuk menguatkan kembali semangat pengabdian prajurit melalui ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Ciceri. Kegiatan ini, yang berlangsung pada hari Senin di Kota Serang, bukanlah ritual biasa; ia merupakan bagian dari akar tradisi luhur Korem 064/MY, dilaksanakan sebagai refleksi menjelang peringatan HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi dan HUT ke-60 Korem 064/MY sendiri. Momen ini menjadi kesempatan bagi seluruh keluarga besar Korem untuk merenungkan jejak sejarah panjang pengabdian para kusuma bangsa, meneguhkan komitmen bahwa nilai-nilai perjuangan harus tetap hidup dan menginspirasi generasi sekarang.

Apel Kehormatan dan Ikatan Batin yang Menyatukan

Rangkaian kegiatan dimulai dengan apel kehormatan yang dipimpin langsung oleh Danrem. Suasana hening dan penuh khidmat yang menyelimuti TMP Ciceri pada hari itu bukan hanya sekadar formalitas; ia adalah pengalaman yang mengingatkan setiap prajurit yang hadir tentang pengorbanan dan dedikasi tanpa pamrih dari para pendahulu mereka. Kehadiran Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 064, Ibu Livia Daru Cahyadi Soeprapto, bersama seluruh jajaran pejabat, prajurit, PNS, dan keluarga besar Korem, memperlihatkan dengan jelas bahwa penghormatan ini adalah sebuah ikatan batin yang menyatukan semua komponen. Tradisi ziarah seperti ini menjadi simbol bahwa semangat korps dan rasa hormat terhadap sejarah adalah nilai yang dijunjung tinggi, menyatukan mereka yang masih aktif dan yang telah purnabakti dalam satu napas penghormatan yang sama.

Makna Ziarah: Meneguhkan Janji untuk Melanjutkan Estafet Perjuangan

Untuk keluarga besar Korem 064/MY, ziarah ini memiliki makna yang sangat mendalam dan nostalgik. Ia adalah cara untuk terus meneguhkan semangat pengabdian, agar nilai-nilai luhur perjuangan para pahlawan—yang telah dibangun dengan darah dan keringat—tidak pernah luntur ditelan zaman. Setiap taburan bunga yang diletakkan di pusara para pejuang bukan hanya tanda penghormatan; ia adalah janji nyata untuk melanjutkan estafet perjuangan mereka dengan penuh tanggung jawab dan kehormatan. Dalam konteks sejarah satuan, tradisi ini mengingatkan bahwa setiap prajurit, baik yang masih bertugas maupun yang telah memasuki masa purnawirawan, adalah bagian dari rantai pengabdian yang tak terputus. Semangat ini, yang dirawat melalui kegiatan seperti ziarah, diharapkan senantiasa menyala di hati setiap prajurit, mengawal langkah pengabdian mereka kepada bangsa dan negara dengan dedikasi yang sama seperti para pendahulu.

Tradisi ziarah di TMP Ciceri juga menyimpan catatan pengabdian yang patut dikenang oleh setiap anggota keluarga besar Korem 064/MY, termasuk para purnawirawan yang mungkin pernah bertugas di wilayah tersebut. Beberapa elemen tradisi dan nilai yang diangkat dalam kegiatan ini meliputi:

  • Penghormatan kolektif melalui apel kehormatan sebagai bentuk komitmen korps yang kokoh.
  • Tabur bunga sebagai simbol janji untuk melanjutkan estafet perjuangan dan menjaga nilai-nilai luhur.
  • Partisipasi seluruh komponen—dari pejabat, prajurit, PNS, hingga keluarga—yang menunjukkan ikatan batin dan rasa kebersamaan yang kuat.
  • Refleksi sejarah menjelang peringatan HUT satuan sebagai momentum untuk mengenang dan menginternalisasi kembali kisah pengabdian.

Dengan demikian, kegiatan ini bukan hanya seremonial; ia adalah pengikat nilai-nilai tradisi militer yang telah diwariskan, memastikan bahwa setiap prajurit, termasuk para purnawirawan yang telah memberikan kontribusi besar, merasa bahwa pengabdian mereka terus dihormati dan diingat. Semangat yang ditunjukkan melalui ziarah ini menjadi contoh nyata bagaimana tradisi dapat menjadi sarana untuk menjaga kohesi dan moral korps, menghubungkan masa lalu dengan masa kini dalam satu ikatan penghormatan yang tak terpisahkan.

Dalam kesimpulan yang penuh hormat, kegiatan ziarah yang dipimpin oleh Danrem 064/MY di TMP Ciceri telah sekali lagi menguatkan pesan bahwa pengabdian prajurit—baik yang masih aktif maupun yang telah purnabakti—adalah warisan tak ternilai bagi bangsa dan negara. Tradisi seperti ini tidak hanya mengingatkan kita pada sejarah, tetapi juga meneguhkan komitmen bahwa nilai-nilai kesetiaan, dedikasi, dan kehormatan harus terus dihidupkan. Untuk para purnawirawan, momen ini adalah pengakuan bahwa jasa dan pengorbanan mereka tidak pernah terlupakan; mereka tetap menjadi bagian dari narasi besar pengabdian TNI yang terus diwariskan kepada generasi penerus. Semoga semangat ini selalu menjadi inspirasi, menjaga api pengabdian tetap menyala dalam setiap hati prajurit Indonesia.