Dalam tradisi luhur yang menghargai mata rantai sejarah dan kehormatan korps, Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos., mewujudkan penghormatan mendalam melalui sebuah kunjungan yang sarat makna. Beliau menyambangi kediaman Sertu (Purn) H. Suhaimi di Ampenan, Mataram, dalam sebuah momen yang jauh melampaui formalitas. Kunjungan ini adalah napas dari tradisi keluarga besar TNI, sebuah upaya mulia untuk menjaga benang merah nilai kejuangan, ketulusan pengabdian, dan cerita heroik agar tetap hidup dan bersemi dari satu angkatan ke angkatan berikutnya.
Mendengar Bisikan Sejarah dari Sang Guru Bangsa
Suasana hangat dan kekeluargaan menyelimuti pertemuan dengan purnawirawan berusia 84 tahun itu. Dengan penuh khidmat dan rasa hormat, Brigjen Sjasul Arief mendengarkan setiap untaian kisah yang terungkap dari Bapak Suhaimi. Setiap kenangan yang dibagikan bukan sekadar cerita, melainkan adalah mutiara sejarah yang berharga, mengajarkan tentang makna ketulusan dalam mengabdi, ketangguhan menghadapi kerasnya medan tugas, serta loyalitas tanpa batas yang hanya dipersembahkan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momen silaturahmi yang dalam ini mengukuhkan keyakinan bahwa para purnawirawan adalah sesungguhnya guru bangsa dan sumber inspirasi yang tak ternilai harganya bagi setiap prajurit yang masih aktif berdinas.
Operasi Sadar: Sebuah Babak Pengabdian dalam Lintasan Zaman
Di antara kilasan kenangan yang terungkap, tergurat pengalaman Bapak Suhaimi dalam Operasi Sadar atau Opsat II di Papua pada tahun 1968. Pengabdian dalam operasi tersebut adalah bagian dari mozaik perjalanan panjang TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Nusantara. Kisah ini mengingatkan kita pada semangat dan pengorbanan para pendahulu yang dengan gagah berani menjawab panggilan tugas di pelosok tanah air. Penghargaan yang diberikan dalam kunjungan ini, baik berupa perhatian moril maupun bantuan sembako, hanyalah simbol kecil dari hutang budi besar bangsa yang tak mungkin terbalas. Tradisi kunjungan semacam inilah yang menjaga agar api semangat dan nilai-nilai luhur pengabdian para veteran tidak pernah padam, terus menjadi suluh dan penerang bagi langkah prajurit aktif masa kini.
Nilai-nilai yang dipegang teguh dalam setiap interaksi ini mencerminkan jiwa korps yang sesungguhnya:
- Penghormatan kepada senior dan pendahulu sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengalaman mereka.
- Silaturahmi yang erat sebagai pengikat tali persaudaraan sepanjang masa, melampaui status aktif maupun purnawirawan.
- Pelajaran dari setiap kunjungan yang menjadi media transfer nilai dan semangat juang.
- Penghayatan mendalam terhadap setiap catatan sejarah, seperti Operasi Sadar, sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bersama.
Pada akhirnya, setiap hela napas dalam tradisi penghormatan ini adalah pengakuan abadi. Bahwa jasabumi para purnawirawan, yang telah mengorbankan masa muda dan tenaga mereka, adalah fondasi kokoh yang di atasnya bangsa ini berdiri. Mereka adalah living monument, monumen hidup yang mengajarkan arti sesungguhnya dari dedikasi, kesetiaan, dan cinta tanah air. Semoga api semangat mereka terus menyala, menerangi jalan pengabdian generasi penerus untuk selalu setia membela dan mengabdi kepada nusa dan bangsa tercinta.