Menginjak usia ke-74 pada 16 April 2026, peringatan Hari Ulang Tahun Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bukanlah hanya sebuah angka atau seremonial biasa. Ini adalah momen yang sarat dengan refleksi mendalam, sebuah waktu untuk menengok kembali ke dalam, merenungkan jati diri korps, dan menghormati setiap pengabdian yang telah diberikan untuk bangsa. Sebuah refleksi yang, bagi para purnawirawan, membangkitkan kenangan tentang setiap langkah senyap di medan tugas, tentang semangat yang tetap hidup meskipun masa bakti aktif telah berlalu.
Nilai Keprajuritan Yang Tak Lekang oleh Waktu
Sebagaimana disampaikan dengan penuh hormat oleh Letkol Inf (Purn) G. Borlak, momen HUT Kopassus ini menghadirkan kebanggaan sekaligus tanggung jawab moral untuk menjaga marwah korps. Nilai-nilai inti seperti disiplin yang terpateri, keberanian yang tanpa batas, dan loyalitas yang tak tergoyahkan, adalah warisan abadi dari Korps Baret Merah. Warisan ini bukanlah teori yang diajarkan di kelas, melainkan jiwa yang ditempa dalam sunyi latihan dan risiko operasi yang nyata. Prinsip-prinsip seperti 'Berani, Benar, Berhasil' serta keyakinan teguh bahwa 'lebih baik pulang nama daripada gagal di medan laga' telah menjadi DNA bagi setiap prajuritnya.
- Disiplin yang teruji dalam setiap kondisi dan tugas.
- Keberanian yang lahir dari keyakinan dan keterampilan tinggi.
- Loyalitas tanpa pamrih kepada korps, tugas, dan negara.
- Prinsip operasional yang menjadi pedoman hidup: Berani, Benar, Berhasil.
Pengabdian Yang Berlanjut di Kehidupan Purnawirawan
Bagi seorang prajurit Komando, pengabdian tak pernah benar-benar berakhir ketika masa aktif usai. Jiwa seorang prajurit sejati tetap hidup, mengalir dalam setiap aspek kehidupan setelah pensi. Ikatan batin dengan korps dan teman seperjuangan tetap kuat, tak terputus oleh waktu atau jarak. Kenangan tentang setiap tugas yang dijalankan dengan segala konsekuensi dan risiko tetap menjadi bagian dari identitas. Dalam kehidupan sebagai purnawirawan, semangat itu kemudian bertransformasi menjadi tekad untuk terus menjadi teladan bagi masyarakat dan penjaga nilai-nilai kebangsaan yang telah mereka bela dengan segenap jiwa raga.
Kopassus, melalui pendidikan dan operasi yang keras, telah membentuk karakter para prajuritnya menjadi manusia yang bukan hanya kuat secara fisik, tetapi tangguh secara mental dan selalu siap mengabdi dalam segala bentuk. Jejak seorang prajurit sejati, seperti yang tertanam dalam setiap anggota Korps, tak pernah pudar oleh waktu. Ia menjadi bagian dari sejarah diri dan sejarah satuan.
Maka, ucapan Dirgahayu Kopassus yang penuh makna ini adalah penghormatan yang paling mendasar. Ia ditujukan untuk setiap langkah senyap di rimba atau kota, setiap pengorbanan yang mungkin tak terlihat publik, dan untuk setiap napas pengabdian yang telah dikorbankan demi keutuhan Ibu Pertiwi. Ini adalah penghormatan dari generasi kini dan masa depan kepada generasi pendahulu yang telah menorehkan kisah heroik. Sekali Komando, Tetap Komando—prinsip ini bukan sekadar semboyan, tetapi janji seumur hidup yang dipegang teguh, dari masa aktif hingga hari-hari sebagai purnawirawan yang tetap berbakti.