Dirgahayu TNI Angkatan Udara! Di Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto, Yogyakarta, Sabtu pagi yang cerah, tanggal 9 September 2023, bertiup semilir kenangan yang dalam bagi para purnawirawan yang hadir. Upacara peringatan HUT ke-77 TNI AU—yang bertepatan dengan HUT ke-78 Republik Indonesia—dipimpin oleh Komandan Lanud Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI (Purn) Sumaryono, mantan Kepala Staf TNI AU yang namanya harum di kalangan awak pesawat. Bagi para veteran yang dulu pernah mengisi langit Nusantara dengan deru mesin pesawat tempur, momen ini bukan sekadar seremoni; ia adalah panggilan rindu akan masa-masa di mana setiap take-off dan landing adalah irama hidup yang tak terlupakan.
Mengenang Deru Mesin dan Langit Nusantara
Dalam amanatnya, Marsma (Purn) Sumaryono mengingatkan para prajurit untuk terus menjaga profesionalisme dan semangat Swa Bhuwana Paksa—semboyan yang berarti “Sayap-sayap Tanah Airku”. Beliau menekankan bahwa setiap prajurit TNI AU adalah penjaga kedaulatan angkasa yang harus selalu siap menghadapi tantangan zaman. “Kalian adalah generasi penerus yang memikul tanggung jawab besar,” ujarnya dengan suara penuh wibawa. Bagi para purnawirawan yang duduk di barisan tamu, kata-kata itu menggetarkan dada, mengingatkan mereka pada sumpah setia yang pernah diikrarkan di bawah langit biru.
- Atraksi Taktis: Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-27/30 melintas di atas runway, memamerkan formasi dan manuver yang memukau. Suara gemuruh mesin itu bagaikan simfoni yang mengundang decak kagum dan air mata haru bagi yang pernah duduk di kokpit.
- Semangat Korps: Tradisi militer seperti penghormatan kepada panji-panji satuan dan penyanyian lagu “Mars TNI AU” menggema di seluruh apron, mengingatkan setiap insan bahwa kebersamaan dan dedikasi adalah inti dari pengabdian.
Syukur dan Pengabdian yang Tak Pernah Padam
Puncak acara adalah pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas pengabdian TNI AU selama 77 tahun. Nasi kuning yang dibagikan kepada para tamu dan prajurit menjadi pengingat bahwa di balik setiap seragam ada cerita—tentang latihan keras, misi-misi rahasia, dan pengorbanan yang tak terhitung. Bagi para purnawirawan yang hadir, momen ini membangkitkan kerinduan terhadap masa-masa dinas di udara, di mana suara deru mesin menjadi irama hidup mereka. “Saya seperti kembali ke usia 20 tahun, saat pertama kali mengudara dengan pesawat latih,” ujar salah satu veteran yang enggan disebut namanya, matanya berkaca-kaca.
Perayaan HUT AURI ke-77 ini juga diisi dengan doa bersama untuk para pahlawan yang telah gugur, serta penyerahan tali asih kepada keluarga prajurit. Semua rangkaian acara berlangsung khidmat, mencerminkan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi. Lanud Adisutjipto sendiri, yang merupakan pangkalan udara bersejarah sejak era perjuangan, menjadi saksi bisu bagaimana tradisi militer terus dijaga dengan penuh hormat.
Kami, segenap redaksi Berbakti, menghaturkan hormat setinggi-tingginya kepada para purnawirawan TNI AU yang telah mengabdikan jiwa raga demi kedaulatan angkasa Nusantara. Semoga semangat Swa Bhuwana Paksa terus berkobar dalam dada setiap prajurit dan veteran. Dirgahayu TNI Angkatan Udara! Jasa-jasamu takkan pernah padam oleh waktu.