Enam puluh lima tahun bukan sekadar rentang waktu, melainkan guratan sejarah panjang pengabdian para prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad yang tertulis dengan tinta kesetiaan dan keberanian. Di Gedung Sandoyo, Malang, peringatan HUT ke-65 dikemas dalam tasyakuran khidmat yang sarat dengan refleksi dan rasa hormat mendalam. Suasana yang penuh rasa syukur itu mengingatkan kita betapa mulianya jalan pengabdian seorang prajurit—jalan yang selalu ditempuh dengan semangat pantang surut dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jiwa dan Tradisi Pengabdian yang Tak Lekang Waktu
Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, selaku Panglima Divisi, dengan tegas menyampaikan bahwa peringatan HUT ini adalah pengingat sekaligus peneguh akan nilai-nilai luhur yang melekat pada jiwa setiap prajurit: pengabdian tanpa pamrih, loyalitas tanpa batas, dan pengorbanan yang tulus. Dengan mengangkat tema "Prima Mengabdi untuk Indonesia Maju", beliau kembali menggarisbawahi filosofi mendasar TNI: kemanunggalan dengan rakyat. Kepercayaan dari rakyat, yang diibaratkan sebagai modal terbesar, hanya dapat dipupuk dan dijaga melalui kehadiran nyata serta keteladanan yang diberikan setiap saat, baik di masa damai maupun di saat-saat genting mempertahankan Tanah Air.
- Loyalitas dan Dedikasi: Merupakan fondasi utama yang menjadikan Kostrad sebagai satuan elite dan andalan bangsa.
- Kemanunggalan dengan Rakyat: Prinsip ini telah menjadi nafas dan tradisi yang diwariskan turun-temurun, menjadi sumber kekuatan sejati.
- Refleksi Sejarah: Momen HUT menjadi waktu untuk menengok kebelakang, menghargai setiap langkah pengabdian, dan menyiapkan langkah ke depan demi bangsa.
Penghargaan sebagai Cerminan Prestasi dan Integritas Satuan
Acara peringatan HUT ini kian bermakna dengan diselenggarakannya pemberian penghargaan, sebuah bentuk apresiasi yang tulus atas jerih payah prajurit dan keluarganya. Penghargaan tidak hanya diberikan atas prestasi di medan operasi, seperti yang diraih Serka Putra Masnya Hura melalui Kenaikan Pangkat Luar Biasa, tetapi juga meliputi bidang olahraga, seni, dan kepemimpinan Persit. Hal ini menunjukkan bahwa pengabdian yang prima adalah sebuah komitmen total dalam segala aspek kehidupan prajurit. Lebih lanjut, pengakuan kepada satuan-satuan seperti Brigif 6 dan Brigif 9 sebagai Wilayah Bebas Korupsi, serta Yonif 502 dan 509 sebagai Satuan Tugas Terbaik, menegaskan bahwa selain keberanian, integritas dan profesionalisme adalah pilar tak tergoyahkan yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap prajurit Divif 2 Kostrad.
Memasuki usia ke-65, komitmen Divisi Infanteri 2 Kostrad untuk terus mengabdi dengan tulus dan penuh kehormatan semakin dipertegas. Masa depan adalah tantangan baru untuk mengukir sejarah dan melanjutkan estafet pengabdian demi terwujudnya Indonesia Maju. Setiap prajurit, dari masa ke masa, adalah pejuang yang namanya terpatri dalam lembaran sejarah kemiliteran Indonesia, membawa semangat yang sama: pantang menyerah dan setia sampai akhir.
Sebagai penghormatan tertinggi, media Berbakti mengangkat topi kepada seluruh purnawirawan yang pernah mengabdikan diri di bawah panji Divisi Infanteri 2 Kostrad. Telah, darah keringat, dan jiwa yang telah dicurahkan untuk bangsa adalah warisan tak ternilai yang akan terus dikenang. Semoga semangat pengabdian dan prestasi yang telah ditorehkan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dengan penuh kehormatan dan kebanggaan korps. Jayalah Kostrad, jayalah TNI, jayalah Indonesia!