Di bawah langit Surabaya yang terik namun sarat makna, para purnawirawan dan warakawuri TNI-Polri kembali memenuhi pelataran Monumen Tugu Pahlawan. Hari itu, Selasa 5 November 2024, menjadi saksi bisu peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri, yang akrab disapa Pepabri. Dengan tema yang menggugah jiwa, 'Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa', ribuan insan yang pernah mengabdi dengan setia kembali berhimpun. Bagi mereka yang hadir, Surabaya bukan sekadar kota, melainkan sumber api perjuangan yang tak pernah padam—sebuah pengingat akan semangat arek-arek Suroboyo yang membara di masa lalu dan terus menginspirasi hingga kini.
Purnatugas Bukan Akhir Pengabdian
Ketua Umum Pepabri, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, dalam sambutannya dengan tegas menyampaikan sebuah pesan yang menyentuh dada setiap yang hadir: purnatugas bukanlah akhir dari pengabdian. Justru, di usia yang ke-67 ini, setiap purnawirawan diingatkan bahwa jiwa kesatria dan semangat mengabdi bagi nusa dan bangsa tetap menyala terang. Momen bersejarah ini menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan panjang pengabdian, yang penuh liku namun tetap dijalani dengan penuh kesetiaan. Para veteran yang duduk di barisan depan—dengan seragam kebanggaan dan lencana yang bersaksi akan masa lalu—menunjukkan bahwa dedikasi kepada negara tak lekang oleh waktu. Mereka berkomitmen untuk terus menjaga persatuan dan ketahanan nasional, melanjutkan estafet perjuangan dengan cara-cara baru di masa damai, sejalan dengan nilai-nilai luhur TNI dan Polri.
- Ziarah ke Makam Pahlawan 10 November dan tabur bunga, sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada para gugur.
- Pertunjukan teatrikal perobekan bendera Belanda hingga menjadi Sang Saka Merah Putih, membangkitkan nostalgia yang dalam.
- Pemberian penghargaan khusus kepada keluarga pahlawan, termasuk keluarga Bung Tomo, sebagai pengakuan atas jasa abadi mereka.
Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan
Rangkaian acara yang khidmat ini tidak hanya berhenti pada upacara formal. Setelah tabur bunga, para purnawirawan dikenalkan kembali pada momen-momen heroik melalui teatrikal perobekan bendera Belanda—peristiwa yang menjadi simbol keberanian dan kegigihan bangsa. Di sudut lain, anak-anak muda yang menjadi bagian dari keluarga besar TNI-Polri turut serta, seolah diajak untuk merasakan getaran sejarah yang sama. Pepabri juga memberikan penghargaan khusus kepada keluarga pahlawan, termasuk keluarga Bung Tomo, mengukuhkan bahwa jasa dan pengorbanan mereka akan senantiasa dikenang. Kota Pahlawan dipilih sebagai tempat peringatan, bukan tanpa alasan; di sinilah api perjuangan yang menggelora di masa lalu terus menyala, mengingatkan semua generasi untuk tak pernah melupakan akar pengabdian.
Dengan penuh rasa hormat dan bangga, peringatan HUT ke-67 Pepabri di Surabaya ini mengobarkan kembali api perjuangan yang tak pernah padam. Kepada para purnawirawan dan warakawuri—yang telah menjadi pilar ketahanan bangsa—kami, segenap keluarga besar TNI dan Polri, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya. Kalian adalah teladan abadi yang mengajarkan arti kesetiaan, keberanian, dan persatuan. Semoga semangat persatuan yang kalian kobarkan terus menyala, menjadi penerang bagi generasi penerus untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.