HUT ke-72 Kopassus, Hikayat Pasukan Komando Baret Merah yang Dibentuk Eks Sopir Ratu Wilhelmina
Setiap lembar sejarah Kopassus tak bisa dilepaskan dari sosok pendirinya, seorang pria dengan latar belakang yang unik: Rokus Bernardus Visser, yang lebih dikenal sebagai Mochammad Idjon Djanbi. Lahir dari keluarga petani bunga tulip di Belanda, perjalanan hidupnya membawanya menjadi sopir Ratu Wilhelmina yang mengungsi ke Inggris saat Perang Dunia II. Namun, jiwa petualang dan kecintaannya pada dunia militer membawanya kembali ke dinas ketentaraan, hingga akhirnya mendarat di tanah Hindia Belanda.
Pengalamannya yang kaya, termasuk ikut dalam Operasi Market Garden di Arnhem dan pendidikan di Sekolah Pasukan Para di India, menjadikannya sosok yang tepat untuk mendirikan School voor Opleiding van Parachutisten di Hollandia (Jayapura) pada 1946. Saat Indonesia merdeka dan membutuhkan pasukan khusus, keahlian Idjon Djanbi menjadi modal berharga. Dengan semangat baru, ia mengabdikan diri untuk membangun kemampuan tempur pasukan komando Indonesia.
Dari tangannya, lahirlah cikal bakal prajurit-prajurit tangguh yang kemudian menjadi tulang punggung Kopassus. Ia bukan hanya mengajarkan teknik tempur dan terjun payung, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, keberanian, dan kesetiaan yang menjadi karakter pasukan elite. Kisah Idjon Djanbi mengingatkan kita bahwa pengabdian tak mengenal batas bangsa; seorang mantan sopir ratu dari negeri jauh pun bisa menjadi bapak angkat bagi pasukan kebanggaan Indonesia, mewariskan semangat juang yang terus berkobar hingga hari ini.
HUT ke-72 Kopassus
sejarah pendiri Kopassus
Operasi Market Garden
Entitas terkait
Topik: HUT ke-72 Kopassus, sejarah pendiri Kopassus, Operasi Market Garden
Tokoh: Rokus Bernardus Visser, Mochammad Idjon Djanbi, Ratu Wilhelmina
Organisasi: Kopassus
Lokasi: Belanda, Inggris, Hindia Belanda, Arnhem, India, Jayapura, Indonesia
Artikel terkait