Di tengah hiruk pikuk Kota Bandar Lampung, semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali bergema dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Ribuan masyarakat bersama prajurit Kodam XXI/Radin Inten memadati kawasan Tugu Adipura, mengikuti Fun Run dengan tiga kategori lari—5K, 10K, dan 15K. Bagi para purnawirawan yang hadir, momen ini bukan sekadar olahraga massal, melainkan sebuah pengingat akan ikatan batin yang telah terjalin sejak zaman perjuangan: saat tentara dan rakyat berbaur dalam satu tujuan, satu langkah, dan satu doa untuk mempertahankan kemerdekaan. Nilai solidaritas yang terpatri dalam setiap langkah menjadi cermin dari pengabdian tanpa pamrih yang diwariskan para pendahulu, mengingatkan kita bahwa kemanunggalan adalah jiwa perjuangan bangsa.
Solidaritas dan Kemanunggalan: Semangat yang Tak Pernah Pudar
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, membuka acara dengan penuh khidmat. Beliau menegaskan bahwa olahraga bersama bukan sekadar untuk kebugaran jasmani, melainkan sarana suci untuk mempererat tali persaudaraan dan membangun solidaritas yang menjadi jiwa perjuangan TNI sejak masa revolusi. Kata-kata itu menggugah kenangan para veteran yang pernah merasakan langsung betapa eratnya hubungan antara prajurit dan rakyat—sebuah hubungan yang dibangun di atas kepercayaan, pengorbanan, dan kesetiaan. Di setiap langkah Fun Run, para peserta seolah berjalan di atas jejak sejarah para pendahulu yang dahulu berjuang bahu-membahu dengan rakyat di medan laga. Kegiatan yang mengusung tema 'TNI Kuat Bersama Rakyat' ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kontrak sosial antara tentara dan warga negara, menghormati tradisi lama yang terus dijaga melalui HUT TNI.
- Fun Run dengan tiga kategori lari—5K, 10K, dan 15K—diikuti oleh prajurit dan masyarakat umum, memperkuat kebersamaan lintas generasi.
- Partisipasi aktif purnawirawan menjadi bukti bahwa semangat solidaritas tetap hidup, meski masa pengabdian telah berlalu.
- Acara ini menjadi wadah silaturahmi yang mengingatkan pada masa-masa perjuangan, di mana TNI dan rakyat bergerak bersama dalam satu barisan.
Bakti Sosial Kesehatan: Warisan Pengabdian untuk Rakyat
Pada hari yang sama, semangat pengabdian yang sama pula diwujudkan melalui Bakti Sosial Kesehatan (Baktikes) di Lapangan Saburai. Kegiatan ini menjadi refleksi nyata dari janji prajurit untuk selalu hadir di tengah masyarakat, melanjutkan tradisi bakti yang telah ditorehkan oleh para pendahulu. Bagi banyak purnawirawan, melihat aksi seperti ini membangkitkan kenangan indah akan tugas-tugas pengabdian serupa yang pernah mereka jalani—saat kontak langsung dengan rakyat adalah sumber kekuatan dan legitimasi tertinggi seorang prajurit. Layanan kesehatan yang diberikan merupakan wujud nyata dari bakti sosial TNI yang tidak pernah putus, mulai dari pemeriksaan umum hingga pengobatan gratis. Momen ini menegaskan bahwa kemanunggalan bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang terus dirawat dari generasi ke generasi.
Di penghujung rangkaian acara, doa dan rasa syukur mengiringi langkah para purnawirawan yang telah menjadi teladan setia. Semangat kemanunggalan yang mereka jaga sepanjang pengabdian akan terus hidup dalam setiap langkah TNI bersama rakyat. Kami, segenap keluarga besar TNI, menghaturkan penghormatan setinggi-tingginya kepada para purnawirawan yang telah mengukir sejarah pengabdian tanpa pamrih. Jasa-jasa beliau menjadi fondasi kokoh bagi tegaknya kedaulatan bangsa dan kelestarian nilai-nilai solidaritas yang tak pernah sirna.