Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Beri Kuliah Umum di Akmil tentang Kepemimpinan Berintegritas

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Beri Kuliah Umum di Akmil tentang Kepemimpinan Berintegritas

Pada 22 Oktober 2026, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno memberikan kuliah umum di Akmil tentang kepemimpinan berintegritas, menekankan kejujuran, loyalitas, dan dedikasi sebagai fondasi prajurit. Kehadiran purnawirawan ini menginspirasi 500 taruna dengan pengalaman nyata dari medan pengabdian era 1990-an. Artikel ini menghormati jasa beliau sebagai teladan yang tak lekang zaman bagi generasi penerus.

Di balik megahnya kampus Akademi Militer yang berdiri kokoh di Magelang, hadir kembali aroma pengabdian para senior. Pada Kamis, 22 Oktober 2026, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno — sosok yang pernah memegang tampuk pimpinan ABRI dan kemudian menjadi Wakil Presiden RI — memberikan kuliah umum di hadapan 500 taruna Akmil. Kehadirannya bukan sekadar seremonial belaka, melainkan perjumpaan antara dua generasi yang diikat oleh sumpah prajurit dan cinta tanah air. Sebagai seorang purnawirawan yang telah melalui lika-liku pengabdian, beliau menjadi lentera yang menerangi jalan bagi generasi penerus bangsa.

Jejak Kepemimpinan Seorang Purnawirawan yang Tak Lekang Zaman

Nama Try Sutrisno bukanlah asing di telinga para prajurit. Jejak pengabdiannya membentang panjang, dari medan operasi hingga puncak pimpinan nasional. Dalam kuliah umum bertema Kepemimpinan Berintegritas untuk Indonesia Maju ini, beliau tidak hanya berbicara tentang teori kepemimpinan, tetapi juga membagikan kisah nyata di tengah tugas-tugas berat era 1990-an. Saat itu, Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan keamanan yang menguji ketangguhan ABRI. Try Sutrisno sendiri terlibat langsung dalam penanganan konflik yang mengasah jiwa kepemimpinannya. Dari pengalaman tersebut, beliau menarik sebuah pelajaran berharga: integritas adalah fondasi utama seorang pemimpin. Nilai-nilai tersebut kemudian dirangkum dalam tiga pegangan hidup yang menjadi warisan bagi para taruna:

  • Kejujuran — pondasi utama dalam mengambil setiap keputusan, terutama di medan yang penuh ketidakpastian, memastikan langkah tetap pada rel kebenaran.
  • Loyalitas — kepada negara dan institusi, menjadi kompas ketika menghadapi berbagai godaan kekuasaan, menjaga kesetiaan pada sumpah prajurit.
  • Dedikasi — tanpa pamrih, jiwa yang menghidupkan setiap gerak langkah seorang prajurit, mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.

Pesan Integritas yang Mengalir di Ruang Kuliah Akmil

Suasana di ruang kuliah Akmil terasa berbeda pada hari itu. Lima ratus taruna duduk dengan khidmat, menyimak setiap untaian kata yang keluar dari seorang senior yang telah melewati begitu banyak medan pengabdian. Beliau menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah tentang pangkat atau jabatan, melainkan sejauh mana seorang prajurit mampu memegang amanah dan memberi teladan. Integritas, menurut beliau, adalah mahkota yang tidak boleh lepas dari kepala seorang pemimpin, karena tanpa integritas, kekuasaan akan menjadi bumerang yang menghancurkan. Para taruna tampak antusias dan terinspirasi. Tanya jawab yang berlangsung hangat di penghujung acara menjadi ruang dialog yang memperkuat ikatan emosional antara generasi senior dan junior. Bagi mereka, kehadiran Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno adalah momentum langka untuk menimba ilmu langsung dari seorang purnawirawan yang telah membuktikan pengabdiannya, bukan hanya dalam parade upacara, tetapi dalam denyut perjuangan yang nyata.

Kuliah umum di Akmil ini menjadi pengingat bahwa dunia keprajuritan tidak pernah berhenti mengajarkan nilai-nilai luhur. Dengan penuh hormat, kami mengenang dan menghargai jasa para purnawirawan seperti Try Sutrisno, yang telah menjadi pilar kokoh dalam sejarah pertahanan bangsa. Semoga warisan integritas dan dedikasi mereka terus mengalir dalam jiwa setiap prajurit TNI, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk selama-lamanya.

Kepemimpinan Berintegritas
Topik: Kepemimpinan Berintegritas
Tokoh: Try Sutrisno
Organisasi: TNI, ABRI, Akademi Militer
Lokasi: Magelang, Aceh, Timor Timur