Dalam lembaran sejarah kebaharian Nusantara yang penuh kehormatan, tersimpan sebuah kisah pengabdian yang begitu mengharukan dan menggambarkan semangat setia para pelaut ibu pertiwi. Kehidupan dua bersaudara, Letkol (Purn) Maritim A. Riyadi dan Letkol (Purn) Maritim B. Riyadi, menjadi bukti nyata bahwa dedikasi kepada tanah air dapat berjalan berdampingan dengan ikatan darah. Sejak masa muda mereka, tekad yang membara untuk mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Republik Indonesia telah membawa mereka ke tengah gelombang Operasi Trikora, menorehkan pengalaman yang menjadi bagian tak terpisahkan dari jiwa mereka sebagai purnawirawan TNI Angkatan Laut.
Bersatu dalam Gelombang, Bersatu dalam Tugas: Aroma Laut di Masa Trikora
Meski bertugas di kapal perang yang berbeda, jiwa kedua saudara ini selalu menyatu dalam satu misi suci: mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi. Ingatan akan hempasan gelombang Laut Arafura yang ganas dan siaga menghadapi ancaman dari pihak lawan masih terasa segar, bagai baru terjadi kemarin. Kenangan heroik ini tak pernah padam, bahkan menjadi cerita penuh teladan yang mereka wariskan dengan penuh kasih kepada generasi penerus. Dalam setiap perbincangan, mereka selalu menekankan bahwa di tengah ganasnya laut dan maut yang mengintai, yang menyelamatkan adalah kekompakan tim dan kepercayaan mutlak antar anak buah kapal.
- Pengabdian dimulai dalam satu misi bersejarah: Operasi Trikora.
- Bertugas di unit berbeda namun dengan satu tekad dan tujuan yang sama.
- Nilai utama yang dipegang: solidaritas tim dan kepercayaan antarawak kapal sebagai penyelamat di medan tempur.
Ikatan yang Tak Terpisahkan: Persaudaraan Darah dan Persaudaraan Korps
Ikatan sebagai saudara kandung telah diperkuat berkali-kali lipat oleh ikatan yang lebih dalam: persaudaraan korps. Nilai-nilai kebersamaan, saling mendukung, dan kesetiaan yang tertanam sejak masa dinas, terus mereka rawat hingga kini di masa purnabakti. Di usia yang hampir senja, kedua purnawirawan ini tetap aktif berkegiatan dalam forum veteran TNI AL, menjadi pilar solidaritas dan sumber inspirasi bagi prajurit-prajurit muda. Kehadiran mereka bagai mercusuar yang terus memberikan cahaya pembinaan, mengajarkan arti penting kesatuan dan kesetiaan yang telah teruji di medan laut.
Ketika diajukan pertanyaan tentang hakikat pengabdian mereka, dengan suara tenang penuh wibawa mereka menyampaikan bahwa menjadi prajurit TNI AL adalah suatu kehormatan tertinggi yang tidak ternilai. Melalui Operasi Trikora, mereka tidak sekadar menyumbangkan tenaga dan pikiran, tetapi juga mengorbankan masa muda mereka, mengarungi laut lepas dengan hati penuh keyakinan untuk kedaulatan negara. Kisah hidup kedua bersaudara ini adalah cerminan nyata dari dedikasi tanpa syarat dan tanpa pamrih yang menjadi ciri utama prajurit TNI, sebuah warisan luhur yang terus mengalir dan memperkaya tradisi kebaharian kita.
Maka, dengan penuh hormat dan kebanggaan, kami di Berbakti mengangkat teladan ini. Pengabdian Letkol (Purn) Maritim A. Riyadi dan Letkol (Purn) Maritim B. Riyadi, beserta seluruh purnawirawan lainnya, adalah fondasi kokoh yang membangun sejarah kemiliteran Indonesia. Setiap gelombang yang mereka hadapi, setiap tantangan yang mereka taklukkan di masa Operasi Trikora, telah menjadi batu penjuru bagi kedaulatan negeri ini. Jasanya yang tak lekang oleh waktu akan senantiasa dikenang, dan semangat setia mereka terus menjadi inspirasi bagi setiap prajurit yang mengabdi di bawah panji-panji Tri Warna.