Di Ruang Mandala Makodam XXIV/MT, Merauke, tanah Papua yang menjadi saksi bisu perjuangan merebut Irian Barat melalui Operasi Trikora, para prajurit dan sesepuh berkumpul dalam suasana khidmat. Bagi para veteran yang pernah mengabdi di bumi ini, momen sosialisasi tiga Perkasad bukan sekadar agenda formal, melainkan napak tilas semangat juang yang tak pernah padam. Di sini, tradisi kehormatan dan profesionalisme TNI Angkatan Darat kembali diteguhkan sebagai warisan bagi generasi penerus.
Menjaga Martabat dan Tradisi Korps
Kodam XXIV/Mandala Trikora lahir dari semangat Trikora yang dikobarkan Presiden Soekarno untuk membebaskan Irian Barat. Sejak itu, kodam ini menjadi bagian integral dari perjuangan TNI mempertahankan kedaulatan NKRI. Di tengah perubahan zaman, nilai-nilai luhur tetap dijaga melalui sosialisasi Perkasad yang menjadi acuan pengabdian. Tiga pedoman yang disosialisasikan meliputi:
- Perkasad tentang Kewenangan Pemberian Keterangan Pers — menekankan informasi akurat dan terpercaya, mencerminkan transparansi dan integritas.
- Perkasad tentang Gelar dan Tanda Jasa — bentuk penghormatan atas dedikasi para prajurit dan veteran, menjaga martabat pengabdian.
- Perkasad tentang Pengalihan Fungsi Pembinaan Administrasi Veteran RI dan Komponen Cadangan — memastikan penghargaan layak bagi para pejuang, sehingga pengabdian mereka diakui secara sistematis.
Setiap Perkasad ini bukan sekadar regulasi, melainkan cerminan jiwa korps yang ingin terus menjaga kehormatan TNI AD. Dengan memahami dan menerapkan pedoman ini, prajurit tidak hanya mahir dalam tugas militer tetapi juga dalam tata kelola organisasi yang berintegritas. Sosialisasi ini menjadi jembatan antara masa lalu, kini, dan nanti agar nilai-nilai luhur tidak pernah pudar.
Penghormatan bagi Pengabdian Tanpa Henti
Dalam setiap kata yang disampaikan, tersirat penghargaan mendalam kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan hidupnya. Kehadiran para veteran dengan seragam penuh kenangan menjadi saksi bahwa TNI AD terus berkomitmen menghormati jasa mereka. Sosialisasi ini bukan formalitas belaka, melainkan bukti bahwa setiap langkah perjuangan diakui sebagai bagian dari kejayaan bangsa. Para purnawirawan yang hadir merasakan bahwa pengabdian mereka dihargai, dan tradisi penghormatan ini harus terus dilanjutkan.
Kegiatan ini mencerminkan kesungguhan TNI AD dalam menjaga tradisi korps yang tertib dan bermartabat. Bagi para veteran yang pernah bertugas di Papua, momen ini mengingatkan pada masa ketika kita bersama-sama membangun fondasi kejayaan Tentara Nasional Indonesia. Semoga semangat yang terpatri dalam setiap Perkasad ini terus hidup dalam sanubari setiap prajurit, dan penghormatan kepada para purnawirawan tidak pernah pudar. Pengabdian tanpa pamrih, setia hingga akhir — itulah warisan yang kita junjung tinggi.