Di lereng Gunung Lawu yang sunyi, seorang purnawirawan berusia 82 tahun masih setia menjaga nyala perjuangan. Kolonel Infanteri (Purn) Soebarkah, veteran yang pernah bertempur dalam operasi pembebasan Irian Barat dan penumpasan G30S/PKI, telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk bangsa. Meski masa dinasnya telah usai, semangatnya tak pernah padam. Setiap pagi, dengan seragam coklat tua yang masih dikenakan penuh kebanggaan, ia berjalan ke balai desa untuk mengajar sejarah perjuangan kepada generasi penerus.
Dari Medan Tempur ke Balai Desa: Mengabdi Sepenuh Hati
Bagi Kolonel Soebarkah, mengenang masa dinas bukanlah sekadar larut dalam nostalgia. Ia ingin generasi penerus memahami arti pengorbanan dan cinta tanah air. Kisah-kisah yang ia ceritakan tidak hanya tentang pertempuran, tetapi juga tentang persahabatan, ketulusan, dan kepemimpinan yang diwariskan para seniornya. Ia percaya bahwa setiap prajurit memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai luhur TNI kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak yang akan menjadi pemimpin masa depan. Melalui kegiatan mengajar ini, profil purnawirawan seperti Kolonel Soebarkah menjadi teladan bahwa pengabdian tidak berakhir setelah pensiun.
- Operasi Pembebasan Irian Barat — mengukir keberanian di medan operasi yang berat
- Operasi Penumpasan G30S/PKI — menjaga kedaulatan negara dari ancaman ideologi
- Pengabdian sosial sebagai pengajar sejarah perjuangan — menanamkan jiwa patriotisme sejak dini
Jiwa Juang Prajurit Tak Pernah Pensiun
Kolonel Soebarkah percaya bahwa jiwa juang seorang prajurit tidak berakhir saat pensiun. Ia terus aktif dalam kegiatan sosial dan memberikan motivasi kepada keluarga besar TNI. Dengan senyum yang teduh, ia berpesan, “Jadilah prajurit yang berguna untuk rakyat, karena itulah sumpah kita yang paling abadi.” Pesan ini mencerminkan dedikasi tanpa batas yang menjadi inti dari perjuangan sejati. Di usianya yang senja, ia masih berdiri tegak sebagai simbol kesetiaan dan kebanggaan korps. Perjuangannya mengingatkan kita bahwa seorang prajurit tidak hanya bertempur di medan perang, tetapi juga di hati masyarakat.
Kisah Kolonel (Purn) Soebarkah adalah cermin bagi kita semua. Dalam setiap langkahnya, ia membawa warisan pengabdian yang tak ternilai. Kami, segenap keluarga besar Berbakti, menghaturkan hormat setinggi-tingginya kepada Kolonel Infanteri (Purn) Soebarkah atas jasa dan pengabdiannya yang tak pernah padam. Semoga semangat perjuangan ini terus menyala di dada setiap prajurit dan generasi penerus bangsa. Hormat kami, untuk para purnawirawan yang tetap setia menjaga nyala perjuangan di usia senja.