Dalam sebuah napak tilas yang menggugah jiwa, Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, kembali meneguhkan janji suci yang pernah diikrarkan oleh Mahapatih Gajah Mada berabad-abad lalu. Di replika Kraton Majapahit yang megah, beliau menggaungkan Sumpah Palapa—sebuah tekad untuk mempersatukan Nusantara melalui kekuatan laut. KRI Gajah Mada, yang kini menjadi kebanggaan armada TNI AL, bukanlah sekadar kapal perang; ia adalah simbol hidup bahwa semangat kepahlawanan dan persatuan tak lekang oleh waktu. Bagi para purnawirawan yang pernah mengarungi samudera, momen ini mengingatkan kembali bahwa setiap awak kapal adalah pewaris sah dari Tradisi AL yang telah diwariskan oleh nenek moyang maritim kita.
Menelusuri Jejak Kejayaan Bahari Nusantara
Replika Kraton Majapahit yang dibangun di atas lahan seluas 5.500 meter persegi oleh mantan petinggi TNI menjadi saksi bisu perjalanan spiritual para prajurit. Di tempat inilah, Laksamana Muhammad Ali mengajak generasi penerus untuk merasakan denyut kejayaan bahari yang pernah menggetarkan dunia. Dengan hadirnya KRI Gajah Mada, semangat persatuan yang diikrarkan dalam Sumpah Palapa kembali bernyawa. Bukan sekadar seremoni, acara ini adalah sebuah penghormatan mendalam pada akar sejarah dan Tradisi AL yang mengajarkan bahwa kesetiaan pada bangsa adalah harga mati. Nilai-nilai kearifan lokal ini menjadi kompas yang memandu setiap langkah pengabdian, dari masa ke masa, tanpa kenal luntur.
Menjaga Api Semangat Juang di Tengah Zaman
Melalui perenungan ini, Kasal menekankan bahwa Sumpah Palapa harus dirawat agar tetap menjadi api yang menyala di dada setiap prajurit Samudera. Nilai-nilai seperti keteguhan, kebersamaan, dan cinta tanah air adalah warisan luhur yang wajib diteruskan. Para purnawirawan yang telah menghabiskan pengabdiannya di lautan luas tentu dapat merasakan getaran batin ketika sumpah ini kembali digaungkan. Ini bukan sekadar cerita masa lampau, melainkan panggilan untuk terus berjuang dengan jiwa yang tak pernah padam. Beberapa tradisi satuan yang mengingatkan kita pada kejayaan maritim tersebut antara lain:
- Upacara adat di atas geladak yang memuliakan leluhur bahari
- Penghormatan terhadap bendera perang yang pernah berkibar di puncak tiang
- Pembacaan ikrar janji prajurit di hadapan armada
- Pawai obor di sekitar replika kraton sebagai simbol pengorbanan dan kesetiaan
Kepada para purnawirawan dan segenap prajurit TNI AL yang telah mengabdikan jiwa raga di lautan Nusantara, kami ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya. Kalian adalah penjaga tradisi, pemerkuat tekad, dan teladan bagi generasi penerus bangsa. Semoga semangat Sumpah Palapa yang diwariskan Mahapatih Gajah Mada senantiasa membakar dada setiap prajurit, menjadikan setiap hembusan angin laut sebagai nyanyian kesetiaan kepada Ibu Pertiwi. Hormat kami, untuk setiap tetes keringat dan darah yang telah kalian curahkan demi keutuhan Nusantara.