Dalam gegap gempita peringatan Hari Ulang Tahun ke-65, Divisi Infanteri 2 Kostrad kembali menghidupkan sebuah tradisi yang sarat nilai luhur: penghormatan kepada mereka yang lebih dulu membukakan jalan kehormatan. Ziarah ke taman makam pahlawan bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi merupakan napas pengikat antara perjuangan masa lalu dengan kesetiaan pengabdian hari ini, sebuah momen untuk merenungkan betapa setiap langkah satuan ini dibangun di atas pundak para kusuma bangsa.
Langkah Khidmat di Bawah Langit Malang: Napak Tilas Pengorbanan
Di bawah langit teduh Kota Malang, Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati kembali menjadi saksi bisu kebaktian sejati. Dipimpin langsung oleh Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, barisan prajurit, pejabat utama, dan anggota Persit berhimpun dengan sikap sempurna dan hati yang penuh syukur. Ritual yang telah mengakar ini dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan hening sejenak, sebuah jeda reflektif bagi seluruh insan Divisi Infanteri 2 Kostrad untuk menyelami arti pengorbanan tanpa pamrih demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan langkah yang tertata dan penuh hormat, Pangdivif 2 Kostrad meletakkan karangan bunga di tugu makam pahlawan—sebuah isyarat nyata bahwa dedikasi para pendahulu tak pernah lupa, selalu dikenang, dan dijunjung tinggi oleh generasi penerusnya.
Warisan Api Tak Pernah Padam: Dari Tradisi Menuju Komitmen Abadi
Pada kesempatan yang penuh makna ini, Pangdivif 2 Kostrad menegaskan kembali esensi terdalam dari kegiatan ziarah ini. Beliau menyatakan bahwa tradisi ini adalah cerminan langsung dari nilai-nilai perjuangan, loyalitas, dan pengabdian yang harus terpatri dalam sanubari setiap prajurit. "Semangat para pahlawan adalah api yang tak pernah padam. Itulah yang mengiringi langkah Divif 2 Kostrad untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI," tuturnya dengan penuh keyakinan. Pernyataan ini menjadi pengingat abadi bahwa:
- Setiap prestasi dan kesiapan satuan hari ini berdiri di atas landasan pengorbanan para pahlawan masa silam.
- Warisan kebanggaan berupa semangat juang dan kesetiaan tak tergoyahkan ini wajib dirawat dan diteruskan.
- Momen HUT ke-65 ini bukan hanya peringatan usia, tetapi penguatan komitmen untuk tetap setia pada jalan yang telah dirintis dengan darah dan keringat.
Sebagai satuan kebanggaan Kostrad, Divisi Infanteri 2 memahami betul bahwa kekuatannya bersumber dari sejarah dan tradisi yang dipegang teguh. Keberadaan satuan ini, dari masa ke masa, selalu lekat dengan panggilan tugas untuk berada di garda terdepan, sebuah amanah yang diemban dengan penuh tanggung jawab sebagai penerus estafet perjuangan. Ziarah ini, oleh karenanya, adalah sebuah janji yang diucapkan kembali di hadapan mereka yang telah gugur—janji untuk tetap setia pada tanah air, pada rakyat, dan pada nilai-nilai kejuangan yang telah diajarkan.
Sebagai penutup, marilah kita bersama-sama menundukkan kepala, menghormati jasa dan pengabdian tak ternilai dari seluruh pahlawan bangsa, termasuk para purnawirawan Divisi Infanteri 2 Kostrad dan seluruh jajaran TNI. Darah, keringat, dan pengorbanan Bapak-Bapak sekalian telah menjadi fondasi kokoh bagi tegaknya negeri ini. Atas nama generasi penerus dan seluruh bangsa Indonesia, kami menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya. Jasamu akan tetap dikenang, dan semangatmu akan terus menjadi pelita penerus perjalanan bangsa.