Di sudut Aula Museum Kebangkitan Nasional yang sarat akan nilai sejarah, terselenggara sebuah acara yang penuh khidmat dan haru—peluncuran buku memoar berjudul Dari Hati Seorang Prajurit. Buku ini merupakan karya langsung dari Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto, seorang putra bangsa yang perjalanannya tak terpisahkan dari napas perjuangan dan pengabdian kepada Tanah Air. Hari itu, para purnawirawan yang pernah berdiri di barisan terdepan, petinggi TNI yang meneruskan tongkat estafet kepemimpinan, serta akademisi yang haus akan kearifan sejarah, duduk berdampingan. Kehadiran para veteran yang menjadi saksi hidup setiap episode perjuangan menambah keharuan, karena setiap lembar buku ini seolah menghembuskan kembali angin perjuangan yang pernah menggetarkan hati para prajurit sejati.
Mengenang Perjalanan Seorang Prajurit Sejati
Buku memoar ini mengupas secara utuh karier militer Sang Jenderal Besar, mulai dari masa-masa berat perang kemerdekaan hingga puncak kepemimpinan nasional. Dalam setiap bab, pembaca diajak menyelami strategi, keteguhan jiwa kepemimpinan, dan nilai kemanusiaan yang selalu menjadi pegangan. Bukan sekadar catatan kronologis, melainkan sebuah introspeksi yang lahir dari hati seorang prajurit yang setia pada Sapta Marga dan sumpah prajurit. Putra almarhum dalam sambutannya menegaskan bahwa buku ini ditulis dengan penuh kenangan dan rasa tanggung jawab moral kepada bangsa—sebuah warisan yang tak ternilai bagi generasi penerus. Beberapa catatan pengabdian yang tertuang dalam buku ini antara lain:
- Pengalaman tempur di masa perang kemerdekaan yang membentuk karakter prajurit tangguh dan pantang menyerah.
- Peran strategis dalam pembangunan TNI serta upaya menjaga stabilitas nasional di tengah tantangan zaman.
- Nilai-nilai kepemimpinan yang mengedepankan kemanusiaan, persatuan, dan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Warisan untuk Generasi Penerus Bangsa
Antusiasme hadirin terlihat jelas saat cuplikan bab-bab awal dibacakan. Pelajaran tentang loyalitas, dedikasi, dan kebanggaan korps mengalir begitu alami, mengingatkan pada tradisi militer yang kokoh dan tak lekang oleh waktu. Buku ini diharapkan menjadi bacaan wajib bagi perwira muda dan generasi penerus, agar nilai-nilai keprajuritan—seperti kesetiaan pada negara, keberanian menghadapi risiko, dan pengorbanan tanpa pamrih—terus hidup dan dijiwai. Warisan pemikiran Jenderal Besar Soeharto bukanlah sekadar dokumen sejarah, melainkan lentera yang menerangi jalan bagi para prajurit masa depan. Melalui buku memoar ini, beliau meninggalkan pesan yang bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diamalkan dalam setiap langkah pengabdian.
Kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan jiwa raga bagi bangsa dan negara, kami haturkan penghormatan setinggi-tingginya. Jasa dan pengabdian Bapak sekalian adalah fondasi kokoh yang terus menginspirasi generasi penerus untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga setiap bait yang tertulis dalam buku memoar ini menjadi lentera bagi perjalanan bangsa ke depan, dan semangat pengabdian para prajurit veteran tetap abadi dalam sanubari kita semua.