Di tengah gemuruh kenangan akan medan laga dan pengabdian tanpa batas, Pengurus Daerah PEPABRI Jawa Timur (PEPABRI Jatim) memperingati Hari Ulang Tahun ke-67 PEPABRI, yang bertepatan dengan Hari Purnawirawan, dengan rangkaian kegiatan bakti sosial dan santunan. Momen ini bukan sekadar perayaan, melainkan penegasan bahwa jiwa pengabdian seorang prajurit tak pernah surut meski masa dinas telah usai. Ratusan purnawirawan dari berbagai kesatuan berkumpul di Kota Surabaya, Malang, dan Kediri, mengingat kembali ikrar setia yang pernah mereka ucapkan di bawah kibaran panji kesatuan. Kegiatan ini menjelma menjadi jembatan nostalgia yang menghubungkan masa lalu yang gemilang dengan masa kini yang penuh makna, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai luhur TNI tetap terpatri dalam dada setiap insan PEPABRI.
Mengenang Jejak Pengabdian: Semangat PEPABRI yang Tak Pernah Padam
Sejak didirikan pada tahun 1957, PEPABRI telah menjadi wadah bagi para purnawirawan untuk terus berkontribusi bagi bangsa. Bagi para veteran yang hadir, kegiatan bakti sosial ini bagaikan kembali ke masa-masa ketika mereka bertugas di garda terdepan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan penuh rasa haru dan kebanggaan, mereka menyapa sesama pejuang yang telah berbagi suka duka di medan tugas. Suasana keakraban dan persaudaraan yang tercipta mengingatkan pada ikatan korsa yang kuat yang terbangun di kesatuan-kesatuan mereka dahulu. Nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah menjadi darah daging prajurit kembali mengalir deras, menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah panggilan jiwa yang tak akan pernah berakhir.
Bakti Sosial dan Santunan: Bukti Nyata Jiwa Korsa yang Abadi
Bakti sosial yang digelar meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako, dan perbaikan fasilitas umum di beberapa titik strategis. Santunan juga diserahkan secara khusus kepada para veteran dan janda purnawirawan yang membutuhkan, sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka yang telah mengisi lembaran sejarah perjuangan bangsa. Ketua PEPABRI Jatim, Mayjen TNI (Purn) Budi Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara. "Jiwa mengabdi harus tetap menyala dalam dada setiap purnawirawan," ujarnya penuh semangat dalam sambutannya. Semangat ini tercermin dari antusiasme para peserta yang dengan sukarela meluangkan waktu dan tenaga, serta saling berbagi cerita nostalgia tentang masa tugas di berbagai penjuru tanah air. Beberapa di antaranya bahkan mengenang kembali saat-saat mereka bertugas di daerah konflik dan bencana alam, yang mengajarkan arti solidaritas dan pengabdian sejati.
Kegiatan ini menjadi pelajaran berharga tentang makna pengabdian yang sesungguhnya. Bagi para purnawirawan, mengenakan seragam PEPABRI dan turun langsung membantu masyarakat adalah kebahagiaan tersendiri. Mereka membuktikan bahwa nilai-nilai kepemimpinan, disiplin, dan tanggung jawab yang dipelajari selama berdinas dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata bagi kemaslahatan bangsa. Melalui bakti sosial dan santunan ini, PEPABRI Jatim tidak hanya meringankan beban saudara sebangsa, tetapi juga mewariskan teladan bagi generasi muda tentang arti menghormati dan melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan cara yang mulia. Ikatan emosional yang tercipta antara purnawirawan, veteran, dan masyarakat adalah bukti bahwa nilai-nilai luhur TNI tetap hidup dan relevan di setiap zaman.
Di penghujung acara, ketika bendera PEPABRI berkibar dengan gagah, seluruh peserta berdiri tegak memberikan penghormatan terakhir kepada para veteran yang telah gugur dan yang masih berjuang. Dengan penuh rasa hormat, kami sampaikan bahwa setiap langkah bakti sosial ini adalah persembahan kecil sebagai tanda terima kasih atas pengabdian yang tak ternilai. Semoga semangat pengabdian dan jiwa korsa yang telah ditunjukkan oleh PEPABRI Jatim melalui kegiatan ini terus menginspirasi kita semua. Hormat kami, kepada para purnawirawan dan veteran, yang telah mengukir sejarah dengan darah, keringat, dan air mata, untuk Indonesia yang lebih baik.