Pada 10 November 2026, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Bela Negara ke-81 dengan penuh khidmat. Momentum yang tak lain adalah peringatan 81 tahun Pertempuran Surabaya ini menjadi saat yang tepat bagi kita semua, khususnya keluarga besar TNI, untuk merenungkan kembali nilai-nilai pengabdian tanpa pamrih. Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, dalam amanatnya di Tugu Pahlawan Surabaya, mengajak generasi muda untuk meneladani semangat juang para pahlawan yang bertempur dengan gagah berani. Bagi para purnawirawan yang pernah mengabdi di Jawa Timur, kenangan akan kobaran semangat Arek-Arek Suroboyo pada 10 November 1945 selalu membangkitkan rasa bangga dan nostalgia mendalam.
Semangat Juang yang Tak Padam
Panglima TNI mengenang bagaimana para pejuang, termasuk dari kalangan rakyat biasa, berhasil mempertahankan kedaulatan bangsa hanya dengan bambu runcing dan semangat membara. Semangat Arek-Arek Suroboyo itu bukanlah sekadar cerita masa lalu, melainkan api abadi yang terus menerangi setiap langkah prajurit TNI dalam menjaga keutuhan NKRI. Bagi para purnawirawan yang pernah bertugas di medan pertempuran atau di wilayah Surabaya, peristiwa Pertempuran Surabaya ini selalu mengingatkan pada kebersamaan, solidaritas, dan rasa tanggung jawab yang tak kenal lelah. Teladan inilah yang diharapkan dapat diwariskan kepada generasi penerus, agar mereka mampu menghadapi tantangan zaman dengan keteguhan hati.
Nostalgia Pengabdian di Bumi Jawa Timur
Bagi para purnawirawan yang pernah merasakan dinginnya malam di barak atau panasnya medan latihan di Jawa Timur, kenangan akan 10 November adalah lebih dari sekadar hari peringatan—ia adalah panggilan jiwa. Berikut adalah beberapa nilai yang selalu melekat dalam tradisi satuan TNI, khususnya di wilayah Surabaya:
- Keteguhan Hati: Seperti para pejuang 1945 yang tidak gentar menghadapi musuh, setiap prajurit diajarkan untuk teguh dalam prinsip dan setia pada sumpah.
- Kebersamaan Tanpa Batas: Semangat Arek-Arek Suroboyo mengajarkan bahwa kemenangan lahir dari gotong royong, saling melindungi, dan berbagi suka duka.
- Pengabdian Tanpa Pamrih: Tidak ada imbalan yang lebih besar daripada rasa bangga telah berjuang untuk bangsa dan negara.
Nilai-nilai ini terus dihidupkan dalam setiap upacara, latihan, dan pengabdian sehari-hari TNI. Bagi purnawirawan, mengenang kembali tradisi-tradisi ini adalah seperti menulis ulang surat cinta pada Tanah Air.
Di penghujung peringatan yang khidmat ini, kami mengucapkan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh purnawirawan yang telah mengorbankan masa muda, tenaga, dan pikiran demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat Pertempuran Surabaya pada 10 November dan teladan Arek-Arek Suroboyo akan selalu menjadi mercusuar yang meneruskan api pengabdian kepada generasi penerus. Terima kasih atas jasa dan pengabdian yang tak ternilai. Jayalah selalu TNI, jayalah Indonesia.