Di tengah suasana khidmat yang diiringi derap langkah prajurit dan kibaran panji kesatuan, Divisi Infanteri 2/Kostrad memperingati hari jadinya yang ke-72. Bertempat di Markas Komando Daerah Militer Jayakarta, upacara sederhana namun sarat makna ini menjadi saksi bisu bersatunya kembali para purnawirawan dengan prajurit aktif. Seragam korps yang mulai usang dikenakan dengan penuh kebanggaan, menjadi simbol perjalanan panjang pengabdian yang tak pernah pudar. Bagi setiap insan yang pernah mengabdi di satuan ini, momentum hari jadi Divisi Infanteri 2/Kostrad bukan sekadar seremoni, melainkan napas perjuangan yang terus mengalir dalam soliditas dan kehormatan korps.
Soliditas dan Kehormatan: Dua Ruh yang Tak Pernah Padam
Dalam sambutannya, Panglima Divisi menekankan bahwa soliditas dan kehormatan merupakan dua ruh yang telah menjadi fondasi perjalanan satuan sejak awal pembentukannya. Beliau mengingatkan bahwa kebesaran Divisi Infanteri 2/Kostrad tidak pernah lepas dari semangat kebersamaan dan loyalitas tinggi para prajuritnya. Soliditas inilah yang mampu menghadapi berbagai tantangan medan tugas, sementara kehormatan menjaga martabat satuan di setiap langkah operasi. Para purnawirawan yang hadir, dengan dada berdebar, merasakan kembali getaran masa lalu saat mereka masih menjadi bagian dari barisan yang kokoh ini. Kenangan demi kenangan kembali terlintas, menguatkan ikatan batin yang terjalin lintas generasi.
Momen yang paling dinantikan dalam peringatan hari jadi ini adalah tradisi pembacaan sejarah divisi. Dengan lantang dan penuh penghayatan, perjalanan panjang Divisi Infanteri 2/Kostrad dikisahkan kembali. Tradisi ini menjadi napas yang menyatukan masa lalu dan masa kini, mengingatkan bahwa setiap prajurit adalah pewaris semangat juang yang tak boleh padam. Catatan pengabdian yang terukir dalam sejarah divisi meliputi:
- Operasi penumpasan gerakan separatis di berbagai wilayah Indonesia, yang menguji kesetiaan dan kecakapan tempur prajurit.
- Partisipasi dalam misi pemeliharaan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
- Pengerahan pasukan tanggap bencana yang cepat dan tepat di daerah rawan gempa dan tsunami, menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
- Pengabdian tanpa henti dalam mendukung pembangunan nasional melalui program teritorial, menjadi mitra rakyat dalam kemajuan bangsa.
Semua itu menjadi bukti bahwa soliditas dan kehormatan bukan sekadar slogan, melainkan darah daging yang mengalir dalam setiap pribadi prajurit Divisi Infanteri 2/Kostrad.
Silaturahmi Lintas Generasi: Warisan yang Tak Ternilai
Acara peringatan kemudian ditutup dengan jamuan silaturahmi yang hangat. Di meja-meja sederhana, para purnawirawan duduk berdampingan dengan prajurit aktif. Tawa dan cerita mengalir deras, bagaikan arus sungai yang tak pernah kering. Para senior dengan rela hati membagikan pengalaman berharga—mulai dari taktik medan, moral tempur, hingga nilai-nilai kepemimpinan yang telah teruji. Bagi prajurit muda, ini adalah pelajaran langsung dari sejarah hidup, sebuah warisan yang tak ternilai harganya. Diskusi-diskusi kecil tentang masa lalu dan masa depan satuan menjadi penghubung yang mempererat tali persaudaraan sejati.
Semangat "Setia Sampai Akhir" terus bergema di hati setiap anggota yang pernah mengabdi. Frasa itu bukan hanya semboyan, melainkan tekad yang diikrarkan dalam setiap langkah pengabdian. Melalui peringatan hari jadi Divisi Infanteri 2/Kostrad ini, kita semua diingatkan kembali bahwa soliditas dan kehormatan adalah pilar yang menopang kebesaran satuan. Kepada para purnawirawan yang telah mendedikasikan jiwa dan raga, kami haturkan penghormatan setinggi-tingginya. Jasa-jasa kalian akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus Kostrad untuk terus berbakti kepada bangsa dan negara. Semoga semangat pengabdian ini senantiasa menyala dalam dada setiap prajurit, dari masa ke masa.