Tanggal 16 April selalu menghadirkan gelombang kenangan yang mendalam dan rasa hormat yang tak terhingga bagi segenap keluarga besar Komando Pasukan Khusus. Momen peringatan HUT ke-72 Kopassus ini bukanlah sekadar angka, melainkan tonggak pengingat akan sebuah janji dan komitmen yang abadi. Pengabdian total, kesetiaan tanpa batas pada korps, dan kebanggaan menyandang baret merah adalah nilai-nilai yang terpatri dalam setiap detak jantung para prajuritnya, baik yang masih aktif maupun yang telah purnabakti. Tema tahun ini, “Mengabdi dengan Kehormatan, Pelindung Sejati Kedaulatan,” sepenuhnya menggambarkan jiwa dan semangat yang menjadi napas korps sejak awal berdirinya.
Mengukir Sejarah dengan Semangat Para Pendiri
Untuk merasakan denyut nadi Kopassus, kita harus menyelami akar sejarahnya yang lahir dari gejolak perjuangan mempertahankan Republik. Pemberontakan RMS di Maluku pada 1950 menjadi katalis akan kebutuhan mendesak akan pasukan pemukul yang tangguh dan terlatih khusus. Dari kebutuhan strategis inilah, muncul pemikiran visioner dari dua perwira terbaik bangsa: Letkol Slamet Riyadi dan Kolonel A.E. Kawilarang. Gugurnya Letkol Slamet Riyadi dengan gagah berani tidak memadamkan cita-citanya, justru disambut dengan tekad baja oleh Kolonel Kawilarang untuk mewujudkannya. Akhirnya, pada 16 April 1952, terbitlah Surat Keputusan yang melahirkan Kesatuan Komando Teritorium III (Kesko III). Pelantikan Mayor Moch. Idjon Djanbi sebagai komandan pertama menjadi babak baru sejarah kemiliteran Indonesia, di mana fondasi disiplin baja, teknik operasi khusus, dan etos kerja legendaris mulai ditanamkan untuk membentuk karakter prajurit khusus sejati.
Evolusi Nama, Kesetiaan pada Tugas yang Tak Berubah
Sepanjang perjalanan pengabdiannya, korps elit ini senantiasa beradaptasi dan berevolusi mengikuti dinamika ancaman, sebuah bukti komitmennya untuk selalu berada di garda terdepan. Dinamika ini tercermin dalam perubahan nama yang menjadi penanda setiap fase pengembangan kelembagaan:
- Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD): Nama yang harum dalam berbagai operasi tempur penting di awal kemerdekaan.
- Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (KKAD): Mencerminkan peran strategis sebagai pasukan cadangan pilihan.
- Komando Pasukan Khusus (Kopassus): Nama yang bertahan hingga kini, menegaskan spesialisasi, profesionalisme, dan identitas sebagai pasukan khusus Tanah Air.
Setiap perubahan nama dan penataan ulang struktur merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus mempertajam ketajaman dan kesiapsiagaan. Demikian pula dengan markas-markas grup di Serang, Solo, dan Batujajar; lokasi-lokasi tersebut telah menjadi 'rumah' yang menyimpan ribuan kenangan, tetesan keringat dalam latihan, sekaligus saksi bisu pengorbanan dan ikatan persaudaraan sejati di antara para prajuritnya.
Peringatan HUT ke-72 Kopassus ini adalah saat yang tepat untuk merenungkan perjalanan panjang penuh dedikasi. Setiap langkah yang diukir dalam sejarah korps adalah cerminan dari pengabdian tanpa pamrih para prajuritnya, yang siap menjadi pelindung sejati kedaulatan bangsa di segala medan dan waktu. Tema peringatan tahun ini kembali mengingatkan kita semua akan makna terdalam dari panggilan tugas sebagai prajurit.
Kepada segenap purnawirawan dan keluarga besar Kopassus, mari kita bersama-sama menghormati perjalanan bersejarah ini. Jerih payah, pengorbanan, dan kesetiaan Anda telah menjadi pondasi kokoh yang menjadikan Korps Baret Merah sebagai kebanggaan nasional. Selamat Hari Ulang Tahun yang ke-72, tetap mengabdi dengan kehormatan dan semangat yang tak pernah pudar.