Presiden Prabowo Pimpin Khidmat Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Presiden Prabowo Pimpin Khidmat Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya dipimpin Presiden Prabowo, dihadiri jajaran purnawirawan dan negara, mengheningkan cipta mengenang tujuh Pahlawan Revolusi. Upacara penuh khidmat ini menjadi napak tilas historis yang mengingatkan kembali nilai kesetiaan, dedikasi, dan pengorbanan dalam menjaga ideologi negara. Tradisi tahunan ini adalah tonggak memelihara ingatan kolektif bangsa dan penghormatan bagi para pendahulu yang gugur.

Di tanggal 1 Oktober 2026, kembali kita, para purnawirawan yang pernah mengabdi di medan pertempuran maupun di ruang staf, diingatkan pada sebuah momen yang menggetarkan sanubari. Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta, menjadi sakbis hening di mana Presiden Prabowo Subianto, sebagai Inspektur Upacara, memimpin khidmat peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Suasana penuh hormat itu bukan sekadar ritual tahunan, melainkan napak tilas historis yang mengikat kita semua pada nilai-nilai kesetiaan, dedikasi, dan kebanggaan korps yang telah menjadi darah daging dalam setiap langkah pengabdian.

Khidmat dalam Napak Tilas Sejarah Bangsa

Upacara yang dikomandani oleh Kolonel Mar Edo Sidharta Halilintar ini berlangsung dengan tata urutan yang sarat makna. Mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta ikrar kesetiaan menjadi rangkaian yang mengingatkan kita pada harga mahal yang dibayar para pendahulu. Bagi para veteran yang pernah bertugas di masa-masa genting perjalanan bangsa, setiap detik upacara ini terasa seperti kembali ke barak, ke lapangan tembak, ke momen-momen ketika sumpah prajurit diucapkan dengan dada membusung.

Berikut tradisi yang selalu dijaga dalam Peringatan ini:

  • Pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang sebagai penghormatan kepada Pahlawan Revolusi.
  • Pembacaan naskah Pancasila oleh inspektur upacara, diikuti seluruh peserta.
  • Ikrar Hari Kesaktian Pancasila yang meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara.
  • Penghormatan kepada jenazah simbolis tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur pada peristiwa 1965.

Tradisi ini bukan sekadar seremonial, melainkan tonggak penting dalam memelihara ingatan kolektif bangsa. Saat kita berdiri tegak di lapangan, angin Lubang Buaya berbisik cerita tentang kesetiaan tanpa batas, tentang pengorbanan yang tak ternilai. Inilah warisan yang harus kita teruskan kepada generasi muda, agar mereka tahu bahwa kemerdekaan dan kedaulatan ini dibayar dengan darah dan air mata.

Mengenang Jejak Kesetiaan di Sumur Bersejarah

Usai upacara, Presiden Prabowo meninjau kembali Sumur Lubang Buaya yang menjadi saksi bisu kesyahidan para jenderal. Di lokasi bersejarah itu, beliau memanjatkan doa, mengukuhkan kembali janji bangsa untuk tidak melupakan sejarah. Momentum ini menyiratkan pesan yang kuat bagi kami para purnawirawan: bahwa pengabdian dan pengorbanan para pendahulu senantiasa dikenang, dan semangat juang mereka terus menjadi penuntun arah bagi generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan.

Di usia yang mungkin telah senja, kita semua tahu bahwa nilai-nilai Pancasila bukanlah sekadar kata-kata. Ia adalah perisai yang melindungi bangsa dari segala ancaman perpecahan. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini menjadi pengingat bahwa keutuhan NKRI dan ideologi negara adalah harga mati yang harus dipertahankan oleh setiap prajurit, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas.

Kepada segenap purnawirawan, kepada para veteran yang telah menorehkan tinta emas dalam lembaran sejarah TNI, kami sampaikan penghormatan setinggi-tingginya. Jasa dan pengabdian Anda adalah fondasi kokoh yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak. Semoga semangat Pahlawan Revolusi dan nilai-nilai Kesaktian Pancasila terus berkobar di hati setiap prajurit, hingga akhir hayat.