Di Lapangan Sapta Marga, Singosari, Malang, udara pagi sarat dengan makna. Para prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad berdiri tegak dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, sebuah penghormatan yang jauh lebih dalam dari seremonial biasa. Dihantui oleh lantunan "Satu Nusa Satu Bangsa", setiap prajurit diajak mengheningkan cipta, mengingat kembali janji kesatuan yang diikrarkan para pendiri bangsa—nilai yang telah menjadi jiwa dan raga setiap satuan dalam tubuh TNI sejak zaman perjuangan.
Mengukir Nilai Kebangkitan dalam Tradisi Korps
Upacara yang dipimpin Brigjen TNI Indra Heri, Irdivif 2 Kostrad, bukan sekadar ritual. Ia adalah sebuah refleksi yang menghubungkan benang merah sejarah kebangkitan nasional tahun 1908 dengan tradisi pengabdian militer modern. Amanat yang dibacakan menegaskan bahwa semangat yang digerakkan Boedi Oetomo harus tetap menjadi kekuatan moral untuk menghadapi tantangan zaman. Bagi prajurit Divif 2 Kostrad, momen ini adalah pengingat yang nostalgik tentang transformasi perjuangan bangsa:
- Dari perlawanan fisik yang penuh heroisme ke perjuangan pemikiran dan diplomasi yang memerlukan keteguhan hati.
- Sebagai pelajaran sejarah yang terpatri dalam perkembangan doktrin kemiliteran Indonesia, yang selalu mengutamakan kesatuan dan kedaulatan.
- Nilai persatuan dan gotong royong—pilar kebangkitan nasional—ternyata adalah fondasi yang sama yang membangun soliditas dan kekompakan setiap satuan tempur Kostrad.
Semangat Persatuan: Warisan Abadi untuk Prajurit Modern
Peringatan Harkitnas di Divif 2 Kostrad mengukuhkan komitmen yang tak lekang waktu: menanamkan semangat nasionalisme dan menjaga persatuan demi keutuhan NKRI. Sejarah panjang bangsa telah mengajarkan bahwa kekuatan terbesar selalu berasal dari kebersamaan, sebuah prinsip yang juga berlaku dalam struktur dan operasi satuan-satuan militer. Dengan mengenang jasa para pahlawan kebangkitan nasional, prajurit Kostrad diajak untuk terus menjaga api semangat tersebut. Api itu tidak hanya bersinar di medan perang, tetapi juga dalam membangun karakter bangsa yang tangguh dan berdaulat di era digital kini, mengadaptasi nilai-nilai luhur sejarah perjuangan ke dalam konteks kekinian.
Dalam setiap helaan napas di Lapangan Sapta Marga, terasa napas panjang sejarah. Tradisi ini adalah penghubung antara masa lalu yang penuh pengorbanan dan masa kini yang penuh tantangan. Divif 2 Kostrad, melalui refleksi ini, tidak hanya menghormati masa lalu tetapi juga mempersiapkan diri untuk masa depan, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai inti yang telah membuat bangsa ini bangkit: persatuan, nasionalisme, dan dedikasi tanpa batas.
Sebagai penutup, kami di Berbakti dengan penuh hormat mengakui bahwa semangat kebangkitan nasional yang dirayakan hari ini adalah juga semangat yang telah dihidupi oleh setiap purnawirawan dalam pengabdiannya. Nilai-nilai itu tidak hanya tercatat dalam sejarah bangsa, tetapi juga dalam setiap langkah pengabdian mereka bagi korps dan negara. Terima kasih atas segala jasanya.