Di Markas Grup 1 Kopassus, Serang, Banten, berkumpul ratusan purnawirawan baret merah dari berbagai angkatan dalam sebuah reuni kopassus yang penuh haru dan keakraban. Acara yang digelar setiap lima tahun sekali ini bukan sekadar ajang melepas rindu, melainkan juga menjadi momentum untuk kembali menghidupkan kenangan akan pengabdian yang pernah dijalani. Suasana nostalgia terasa kuat saat para veteran saling bercerita tentang operasi-operasi besar yang membentuk karakter prajurit elit ini, termasuk operasi seroja di Timor Timur yang meninggalkan kesan mendalam. Bagi mereka, reuni adalah napas panjang dari sejarah yang terus mengalir—sebuah perjalanan yang dimulai dengan kesetiaan pada tanah air dan berakhir dengan kebanggaan korps.
Mengenang Operasi Seroja: Tapak Pengabdian yang Abadi
Operasi Seroja yang berlangsung pada 1975-1999 menjadi salah satu babak penting dalam ingatan kolektif setiap beret merah. Dalam reuni ini, para purnawirawan yang pernah bertugas di medan tersebut saling bertukar cerita—tentang medan berat, soliditas tim, dan pengorbanan rekan-rekan yang gugur. Suasana hening sejenak ketika nama-nama pahlawan disebut, mengingatkan bahwa setiap langkah prajurit Kopassus adalah jejak pengabdian yang tak terhapuskan. Berikut adalah nilai-nilai yang terus dipegang teguh dari pengalaman operasi ini:
- Soliditas tanpa batas — dalam setiap misi, kebersamaan menjadi kunci kelangsungan hidup dan keberhasilan tugas.
- Pantang menyerah — medan berat di pedalaman Timor Timur mengajarkan arti ketahanan fisik dan mental.
- Jiwa korsa yang kuat — loyalitas kepada satuan dan negara selalu di atas segalanya.
Para sesepuh yang hadir menekankan bahwa kenangan operasi ini bukan hanya untuk dikenang, melainkan juga untuk dijadikan pelajaran bagi generasi penerus. "Kami adalah bagian dari sejarah yang harus terus diingat. Jangan pernah melupakan jasa rekan-rekan yang gugur," ujar Mayor Jenderal (Purn) Prabowo Subianto dalam sambutannya, menggema di ruang reuni.
Kode Etik 'Siap, Setia, Berhasil' dan Wejangan untuk Generasi Penerus
Suasana reuni semakin khidmat saat kode etik prajurit beret merah, 'Siap, Setia, Berhasil', kembali dikumandangkan. Ini bukan sekadar slogan, melainkan pedoman hidup yang telah teruji dalam setiap operasi. Dalam wejangannya, para sesepuh Kopassus mengingatkan anggota aktif untuk terus menjaga nama baik korps dan tidak melupakan nilai-nilai luhur yang diwariskan. Reuni kopassus ini menjadi wadah untuk memperkuat soliditas antar angkatan dan meneruskan tradisi keprajuritan yang penuh kehormatan. Melalui kegiatan seperti ini, semangat pengabdian dan pantang menyerah tetap hidup dalam setiap sanubari prajurit baret merah. Kami, segenap keluarga besar Berbakti, menghaturkan penghormatan setinggi-tingginya kepada para purnawirawan Kopassus yang telah mengabdikan jiwa dan raga bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jejak pengabdian kalian adalah cahaya yang akan terus menyinari jalan generasi penerus. Semoga nilai-nilai 'Siap, Setia, Berhasil' senantiasa menjadi warisan abadi yang tak lekang oleh waktu.