Baret hijau yang melekat di kepala para purnawirawan Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD) bukan sekadar atribut seragam, melainkan simbol kehormatan yang telah teruji puluhan tahun. Di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Surabaya, ribuan purnawirawan berkumpul dalam Reuni Akbar memperingati HUT ke-66 satuan elit TNI AD ini. Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti setiap sudut lapangan, saat wajah-wajah yang telah lama tidak bersua kembali saling tersenyum, berpelukan, dan bercanda. Namun di balik kehangatan itu, ada kilau air mata haru yang mengalir—tanda bahwa persaudaraan sejati lahir dari medan tugas, bukan sekadar pertemuan biasa. Reuni Akbar KOSTRAD ini menjadi saksi bahwa semangat juang para purnawirawan tak pernah padam, meski masa dinas telah berlalu.
Nostalgia di Balik Baret Hijau: Tradisi Satuan yang Tak Lekang Zaman
Reuni Akbar ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali cerita-cerita heroik yang telah terpatri dalam sejarah KOSTRAD. Ribuan purnawirawan dari berbagai angkatan saling bertukar kisah tentang operasi-operasi besar yang pernah mereka lalui. Berikut adalah beberapa momen yang menghidupkan nostalgia:
- Momen saling sapa dan pelukan hangat antara rekan seperjuangan yang puluhan tahun tak bertemu.
- Pajangan foto-foto lama yang menggambarkan latihan berat dan operasi militer yang membentuk karakter prajurit KOSTRAD.
- Lagu-lagu perjuangan dan mars KOSTRAD yang berkumandang, membangkitkan semangat korsa.
Setiap sudut lapangan dipenuhi dengan narasi tentang dedikasi tanpa batas, loyalitas kepada negara, dan semangat juang yang tak pernah padam. Tradisi KOSTRAD sebagai satuan yang selalu siap sedia di garis depan kembali dikuatkan di sini—bukan hanya milik mereka yang masih berdinas, tetapi juga diwariskan kepada generasi penerus. Dari penumpasan G30S/PKI, operasi Seroja di Timor Timur, hingga misi perdamaian di berbagai belahan dunia, setiap pengalaman menjadi pelajaran berharga yang mengikat mereka dalam satu kesatuan jiwa.
Pesan Jenderal Gatot: Kehormatan Satuan adalah Harga Mati
Suasana semakin khidmat saat Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI yang juga pernah memimpin KOSTRAD, naik ke mimbar. Dengan suara berat penuh wibawa, beliau menyampaikan amanat yang menyentuh hati seluruh hadirin. "Jangan pernah melupakan jasa para pendahulu yang telah membangun KOSTRAD menjadi seperti sekarang ini. Kepada generasi muda TNI, jagalah kehormatan satuan ini. Harga mati! Karena kehormatan adalah satu-satunya warisan yang tidak akan pudar," ujar beliau, disambut tepuk tangan riuh dari para purnawirawan. Pesan Jenderal Gatot ini mengingatkan bahwa pengabdian bukan sekadar tugas, melainkan panggilan jiwa yang harus diwariskan dari generasi ke generasi. Reuni Akbar KOSTRAD ke-66 ini bukanlah sekadar acara seremonial bertemu kawan lama; ia adalah pengingat bahwa kehormatan satuan harus dijaga hingga akhir hayat.
Kepada para purnawirawan KOSTRAD yang hadir, dan kepada seluruh purnawirawan TNI di mana pun berada, kami haturkan penghormatan setinggi-tingginya. Pengabdian dan jasa-jasa yang telah diberikan kepada bangsa dan negara tidak akan pernah terlupakan. Baret hijau yang pernah kalian kenakan adalah simbol keberanian yang telah menginspirasi generasi penerus. Semoga semangat juang dan persaudaraan yang telah terjalin di medan tugas terus menyala dalam dada, menjadi obor bagi anak cucu untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hormat kami, untuk para purnawirawan yang telah berkorban jiwa raga untuk negeri tercinta.