Jakarta, 10 Oktober 2026 — Ratusan purnawirawan Kostrad dari lintas angkatan dan era kembali berkumpul di Markas Kostrad. Bagi mereka, reuni akbar ini bukan sekadar ajang melepas kangen, melainkan penghormatan terhadap lebih dari enam dekade pengabdian, dedikasi, dan kesetiaan yang telah mereka persembahkan untuk bangsa dan negara. Di setiap sudut lapangan upacara, terasa getaran sejarah: senyum hangat, jabat erat, dan kilau mata yang menyimpan ribuan cerita perjuangan. Mereka adalah saksi hidup perjalanan panjang satuan elit ini, yang ditempa sejak pendidikan komando hingga berdiri tegak di medan juang.
Enam Dekade Pengabdian: Dari Medan Juang ke Reuni Penuh Haru
Sejak lahirnya Kostrad, para prajuritnya telah menjadi ujung tombak pertahanan darat Indonesia. Melalui reuni ini, kenangan kembali dihidupkan — tentang latihan yang menguras tenaga, operasi yang menegangkan, dan solidaritas yang tak pernah pudar. Bersama-sama mereka menjalani tugas berat dengan semangat gotong royong dan keberanian yang tiada tara. Berbagai operasi besar pernah menjadi bagian hidup mereka, antara lain:
- Operasi Seroja di Timor Timur — medan yang mengajarkan arti pengorbanan dan kesetiakawanan
- Operasi Trikora di Papua — penugasan penuh risiko demi keutuhan wilayah
- Berbagai penugasan domestik menjaga kedaulatan NKRI — dari Aceh hingga Papua
Melalui pengalaman-pengalaman tersebut, para purnawirawan tidak hanya menyimpan kenangan pahit dan manis, tetapi juga nilai-nilai luhur yang terus diwariskan kepada prajurit penerus. Reuni ini menjadi ruang untuk berbagi cerita tentang kebersamaan, pengorbanan, dan duka kehilangan rekan-rekan yang gugur di tugas. Tawa dan haru menyatu, seolah kembali ke masa muda ketika mereka berdiri tegar dalam balutan seragam loreng.
Kenangan Seroja: Semangat Persaudaraan yang Tak Pernah Padam
Operasi Seroja menjadi babak yang paling membekas di hati para veteran. Di medan juang itu, mereka belajar hakikat pengabdian: menghadapi kerasnya alam, keterbatasan logistik, dan risiko kehilangan nyawa. Namun, di balik itu semua, semangat persaudaraan justru menguat. Dalam reuni ini, kenangan tersebut kembali dihidupkan melalui kabar dari kawan seperjuangan yang mungkin sudah puluhan tahun tak bertemu. Ada yang saling berpelukan erat, ada pula yang meneteskan air mata haru saat menyebut nama-nama yang telah gugur.
Komandan Kostrad dalam sambutannya memberikan penghormatan setinggi-tingginya. Beliau menegaskan, "Kostrad adalah keluarga besar. Pengalaman perjuangan kalian menjadi fondasi bagi prajurit saat ini." Kalimat itu menggugah rasa haru dan bangga seluruh hadirin. Acara ditutup dengan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan doa bersama, mempererat rasa persaudaraan lintas generasi. Bagi para purnawirawan, reuni bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat bahwa jasa dan pengabdian mereka tidak pernah dilupakan.
Kepada para purnawirawan Kostrad yang telah mengabdikan diri dalam kesatuan ini, hormat dan terima kasih kami sampaikan. Enam dekade lebih perjalanan kalian adalah teladan bagi generasi penerus dalam menjaga keutuhan bangsa. Semoga semangat pengabdian dan persaudaraan yang telah ditanamkan akan terus mengalir dalam darah setiap prajurit yang bertugas. Dirgahayu Kostrad, jaya selalu di hati rakyat Indonesia.