Gedung Balai Kartini, Jakarta, kembali menjadi saksi bisu atas berkumpulnya para purnawirawan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dalam sebuah reuni yang sarat makna. Pagi itu, seragam loreng dan baret hijau yang dulu menjadi identitas kebanggaan, kini hadir dalam balutan busana sipil, namun semangat dan solidaritas tetap membara. Mereka yang pernah bertugas di medan-medan berat—dari Timor Timur hingga Aceh—kembali berpelukan, melepas rindu, dan berbagi kisah pengabdian yang tak lekang oleh waktu. Bagi para purnawirawan ini, acara tahunan ini bukan sekadar temu kangen, melainkan napas panjang dari cinta yang tak pernah padam pada satuan yang telah membesarkan mereka.
Kenangan Dinas, Tradisi yang Tak Terlupakan
Kehadiran Letnan Jenderal (Purn) Suharto, sesepuh Kostrad yang disegani, menambah khidmat suasana. Matanya berkaca-kaca saat ia mengenang masa-masa dinas yang penuh disiplin dan kebersamaan. “Kostrad mengajarkan kami arti setia kawan dan pantang menyerah,” ujarnya lirih. Momen ini menjadi pengingat akan nilai-nilai luhur yang ditanamkan sejak awal: kesetiaan, dedikasi, dan semangat gotong royong. Tak ada jarak antara pangkat dan jabatan—yang ada hanyalah rasa hormat dan cinta yang tulus. Acara diisi dengan pemutaran film dokumenter perjalanan Kostrad, mengajak para hadirin bernostalgia pada operasi-operasi penting yang pernah dijalani. Dalam tayangan itu, kembali terlihat wajah-wajah muda yang penuh semangat, berjuang di medan yang tak jarang mencekam namun tetap tegar demi keutuhan NKRI.
- Kostrad dikenal sebagai satuan gerak cepat yang lahir dari semangat Trikora dan Dwikora, dengan sejarah panjang dalam menjaga kedaulatan bangsa.
- Para prajuritnya pernah diterjunkan dalam operasi-operasi besar seperti Timor Timur, Aceh, hingga misi perdamaian PBB di berbagai belahan dunia.
- Tradisi solidaritas di Kostrad terjaga melalui kegiatan seperti reuni ini, di mana para veteran saling mendukung, baik secara moril maupun materil.
Solidaritas Tanpa Batas: Menghormati Jasa dan Pengorbanan
Di tengah kehangatan, acara juga diisi dengan pemberian tali asih kepada para veteran yang membutuhkan. Ini wujud nyata solidaritas yang terus dipelihara oleh keluarga besar Kostrad. Tidak ada kata “mantan” dalam ikatan batin ini—setiap purnawirawan tetap menjadi bagian dari keluarga besar. Doa bersama dipanjatkan untuk para prajurit yang telah gugur, mengingatkan bahwa setiap tetes keringat dan darah yang ditumpahkan adalah harga mahal bagi kemerdekaan dan keutuhan bangsa. Bagi para hadirin, momen ini adalah obat rindu yang paling ampuh, mengobati kerinduan akan masa-masa penuh tantangan namun indah.
Kami, segenap insan Berbakti, mengucapkan penghormatan setinggi-tingginya kepada para purnawirawan Kostrad. Semoga semangat dan dedikasi yang telah Bapak dan Ibu persembahkan bagi bangsa dan negara senantiasa dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Jasa-jasa Bapak dan Ibu adalah pilar kokoh yang menopang tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terima kasih atas kesetiaan, pengorbanan, dan cinta yang tak pernah pudar. Dirgahayu Kostrad, Jayalah Selalu!