Di Gedung Veteran Surabaya yang sarat kenangan pengabdian, para purnawirawan kembali berkumpul — bukan untuk mengenang masa lalu dengan sendu, melainkan untuk menyalakan obor sejarah yang kerap terlewat. Seminar bertajuk "Membedah Operasi Seroja: Aspek Kemanusiaan dan Militer" yang diselenggarakan DPP Legiun Veteran menjadi ruang napak tilas pengabdian dan penghormatan bagi prajurit TNI yang pernah bertugas di Timor Timur antara 1975–1999. Dalam suasana khidmat, para veteran membuka lembaran-lembaran kenangan yang selama ini hanya tersimpan di relung hati. Seminar ini mengukuhkan bahwa sejarah Operasi Seroja bukanlah semata soal strategi perang, melainkan juga tentang jiwa kemanusiaan yang tak pernah padam. Acara ini pun langsung menggugah semangat kebanggaan korps di antara hadirin yang sebagian besar adalah para purnawirawan.
Mengenang Pengabdian: Sisi Kemanusiaan di Tengah Operasi Militer
Mayor Jenderal (Purn) Sumarno, salah satu panelis, dengan rendah hati mengakui bahwa banyak peristiwa kelam yang seringkali tidak diceritakan sepenuhnya. Namun, dalam seminar ini, beliau dan para veteran lainnya justru mengungkap sisi kemanusiaan yang jarang terdengar. "Kami tidak hanya bicara tentang taktik perang, tetapi juga tentang bagaimana kami berinteraksi dengan warga sipil, mediasi konflik, dan upaya membangun kembali wilayah yang porak-poranda akibat perang," ungkapnya dengan suara penuh haru. Pengakuan ini membuka mata peserta bahwa di balik operasi militer, terdapat ikatan batin antara prajurit TNI dan rakyat Timor Timur yang patut dihormati. Beberapa catatan pengabdian yang dibagikan antara lain:
- Kegiatan mediasi konflik antarkelompok masyarakat untuk menjaga ketertiban.
- Upaya membangun kembali infrastruktur desa yang hancur akibat pertempuran.
- Interaksi sehari-hari yang humanis, seperti membantu warga sipil dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
Para purnawirawan yang hadir tidak sekadar bercerita; mereka juga memperlihatkan foto-foto lama yang menggambarkan persahabatan tulus antara prajurit TNI dan rakyat Timor Timur. Momen itu membuat banyak peserta terharu, menyadari bahwa di setiap misi selalu ada hati yang berdenyut untuk kemanusiaan. Inilah nilai luhur yang harus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
Pelajaran Berharga bagi Generasi Penerus
Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa sejarah, peneliti, dan masyarakat umum yang haus akan pemahaman mendalam tentang konflik Timor Timur. Moderator, Dr. Sri Wahyuni, sejarawan militer, menekankan pentingnya mengungkap fakta sejarah sebagai pembelajaran bagi bangsa. "Kita tidak boleh melupakan masa lalu, namun kita juga harus melihatnya dengan jernih agar tidak mengulangi kesalahan yang sama," tegasnya. Suasana seminar berlangsung serius namun penuh haru, terutama saat para veteran menunjukkan foto-foto lama yang menggambarkan persahabatan antara prajurit TNI dan rakyat Timor Timur. Banyak peserta yang mengakui bahwa acara ini membuka wawasan mereka tentang kompleksitas misi operasi militer selain perang, sekaligus memperkaya khazanah sejarah bangsa yang selama ini jarang terungkap.
Kegiatan ini menjadi penegas bahwa sejarah Operasi Seroja adalah bagian dari perjalanan panjang TNI dalam menjaga kedaulatan dan kemanusiaan. Melalui seminar ini, para veteran tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kesetiaan, dedikasi, dan kebanggaan korps kepada generasi muda. Semangat pengabdian yang ditunjukkan oleh para purnawirawan adalah warisan berharga yang patut diteladani.
Di penghujung acara, hadirin berdiri dan memberikan tepuk tangan yang lama sebagai tanda penghormatan kepada para purnawirawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga. Semoga catatan sejarah ini menjadi pengingat abadi bagi kita semua, bahwa di balik setiap misi militer, ada jiwa-jiwa yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Hormat kami, untuk para purnawirawan — pahlawan bangsa yang jasanya tak pernah pudar.