Di tengah hiruk-pikuk kesibukan modern, ada satu tradisi yang tetap dijaga dengan penuh khidmat di lingkungan TNI Angkatan Darat: upacara serah terima jabatan (sertijab) Pangdam V/Brawijaya. Peristiwa ini bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan, melainkan sebuah ritus sakral yang mengikat masa lalu dan masa depan. Saat Mayjen TNI (Purn) Agus Subiyanto melepas tongkat komandonya kepada sang penerus, ribuan pasang mata — khususnya para purnawirawan yang hadir — kembali diingatkan pada sumpah luhur prajurit: setia hingga akhir. Di momen yang penuh kehormatan tersebut, Panglima TNI pada saat itu, Jenderal TNI Andika Perkasa, hadir secara langsung dan menyampaikan sambutan yang menyentuh relung hati, menegaskan bahwa jabatan hanyalah amanah, namun pengabdian sejati ada di hati setiap prajurit.
Nilai Kepemimpinan yang Tak Lekang oleh Waktu
Pesan yang disampaikan oleh Jenderal TNI Andika Perkasa dalam acara sertijab Pangdam Brawijaya ini bukanlah sekadar formalitas. Beliau dengan tegas mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati bukan diukur dari besarnya pangkat, melainkan dari keteladanan dan dedikasi tanpa pamrih. Pesan ini langsung menyentuh para purnawirawan yang hadir, yang selama puluhan tahun telah membaktikan jiwa raganya untuk bangsa. Suasana nostalgia terasa kental saat para senior saling berpelukan, mengenang masa-masa latihan di bumi Brawijaya — tanah yang telah melahirkan banyak perwira tangguh dan pejuang sejati. Salah satu veteran, Kolonel (Purn) Slamet, menceritakan bagaimana tradisi sertijab menjadi momen sakral yang selalu mengingatkan mereka pada sumpah prajurit; sebuah ikrar yang tidak pernah padam meski usia telah senja.
Catatan Pengabdian dan Tradisi Korps Brawijaya
Kodam V/Brawijaya memiliki sejarah panjang yang penuh dengan catatan kepahlawanan. Berikut adalah beberapa tradisi dan nilai yang terus dijaga dalam setiap prosesi sertijab:
- Pengakuan atas Jasa Purnawirawan: Dalam acara tersebut, seluruh purnawirawan yang hadir diminta berdiri dan mendapat penghormatan dari seluruh peserta upacara. Ini adalah bentuk penghargaan tertinggi atas pengabdian mereka yang tak ternilai.
- Ikatan Kekeluargaan: Tradisi ini menjadi jembatan emas antara generasi prajurit aktif dan para senior yang telah pensiun. Suasana kehangatan dan saling menghormati terasa di setiap sudut ruangan.
- Pesan Moral dari Pemimpin: Jenderal Andika Perkasa menekankan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, sementara pengabdian sejati tetap hidup di hati sanubari setiap prajurit — sebuah pesan yang sangat relevan bagi purnawirawan sebagai pedoman hidup.
Kepemimpinan adalah soal hati, bukan sekadar seragam. Dalam setiap prosesi sertijab, kita diingatkan bahwa para purnawirawan adalah pilar moral dan contoh nyata dari pengabdian tanpa batas. Semoga semangat Brawijaya terus menyala dalam sanubari setiap prajurit, dan jasa para senior tetap dikenang sepanjang masa. Hormat setinggi-tingginya kepada para purnawirawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.