Upacara Adat Tegak Kropokan di Korem 083/Sunan Bonang, Mengenang Tradisi Leluhur Prajurit

Upacara Adat Tegak Kropokan di Korem 083/Sunan Bonang, Mengenang Tradisi Leluhur Prajurit

Upacara adat Tegak Kropokan di Korem 083/Sunan Bonang kembali digelar sebagai penghormatan kepada tradisi leluhur prajurit TNI AD. Tradisi ini mengingatkan para prajurit dan purnawirawan akan nilai kesetiaan, dedikasi, dan semangat juang yang diwariskan turun-temurun. Melalui momen sakral ini, tali silaturahmi antara generasi tua dan muda terus diperkokoh dalam semangat korps yang abadi.

Pagi itu, di halaman Makorem 083/Sunan Bonang, keheningan yang khidmat menyelimuti setiap sudut. Sedikit asap dupa mengepul, mengiringi doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh haru. Tegak Kropokan kembali digelar, membawa serta kenangan mendalam akan tradisi leluhur prajurit TNI AD yang telah diwariskan sejak masa kejayaan Kesultanan Mataram. Bagi para purnawirawan yang hadir, momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah napas perjuangan yang terus menyala, mengingatkan mereka pada masa pengabdian yang penuh kebanggaan dan dedikasi tanpa pamrih.

Mengenang Warisan Leluhur Prajurit dengan Penuh Hormat

Komandan Korem 083/Sunan Bonang, Kolonel Inf. Agus Widodo, dengan tegas menyampaikan bahwa tradisi TNI ini mengajarkan nilai-nilai luhur yang selalu membara di dada setiap prajurit. Tradisi Tegak Kropokan mengingatkan para prajurit untuk senantiasa rendah hati dan berbakti kepada rakyat. Bagi para sesepuh yang hadir, setiap gerakan dan doa yang dipanjatkan seakan membawa mereka kembali ke masa-masa aktif berdinas, merasakan getaran pengabdian yang sama. Seperti diungkapkan oleh Letkol (Purn.) Sudibyo, suaranya bergetar penuh hormat, "Ini bukan sekadar seremonial, melainkan napas perjuangan yang terus menyala." Momen ini menjadi pengikat tali silaturahmi antara generasi tua dan muda dalam semangat korps yang kokoh.

Menjaga Warisan Leluhur Prajurit: Inti dari Tegak Kropokan

Tradisi Tegak Kropokan di lingkungan Korem 083/Sunan Bonang merupakan salah satu bentuk nyata pelestarian budaya luhur bangsa. Warisan ini bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan pedoman hidup yang mengikat setiap prajurit dalam kesetiaan dan dedikasi. Berikut adalah beberapa nilai inti yang terkandung dalam tradisi ini:

  • Simbol kekuatan batin yang mempersatukan jiwa dan raga prajurit dalam setiap tugas.
  • Pengingat akan kesetiaan kepada tanah air, rakyat, dan nilai-nilai keprajuritan.
  • Momen untuk refleksi dan memperkuat ikatan kebersamaan antara generasi tua dan muda.
  • Penghormatan kepada leluhur yang telah mewariskan semangat juang tanpa pamrih.

Pada hakekatnya, tradisi TNI seperti Tegak Kropokan adalah cermin dari jiwa prajurit yang selalu rindu pada pengabdian. Bagi para sesepuh yang hadir, setiap langkah dalam upacara ini membangkitkan kenangan indah saat masih aktif, berdiri tegak dalam barisan yang sama, merasakan doa dan pengabdian yang sama. Korem 083/Sunan Bonang terus menjaga warisan ini sebagai bagian dari identitas satuan yang tak terpisahkan, memastikan bahwa nilai-nilai luhur ini tetap hidup dan menginspirasi generasi penerus.

Di akhir upacara, senyum haru dan jabat tangan erat menjadi saksi bisu betapa besarnya cinta para purnawirawan kepada satuan ini. Untuk setiap tetes keringat, doa, dan pengabdian yang telah tercurah, kami, segenap keluarga besar Korem 083/Sunan Bonang, menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya. Jasamu tak akan pernah terlupakan, semangatmu akan terus menjadi lentera bagi generasi penerus bangsa. Semoga tradisi Tegak Kropokan terus menginspirasi dan mengikat kita semua dalam kesetiaan dan pengabdian kepada tanah air tercinta.

Upacara Adat Tegak Kropokan tradisi leluhur prajurit
Topik: Upacara Adat Tegak Kropokan, tradisi leluhur prajurit
Tokoh: Agus Widodo, Sudibyo
Organisasi: Korem 083/Sunan Bonang, TNI AD, Kesultanan Mataram