Dalam sebuah momen yang sarat makna dan penuh penghormatan, tradisi silaturahmi antar sesama putra terbaik bangsa kembali diperlihatkan dengan khidmat di Keraton Majapahit Jakarta. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, dengan penuh respek menjalankan tradisi menghormati senior dengan bersilaturahmi bersama Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono, sosok mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang juga merupakan penggagas bangunan replika kejayaan Nusantara tersebut. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan napak tilas penghargaan atas dedikasi seorang purnawirawan yang terus membaktikan diri untuk bangsa, bahkan setelah masa pengabdian aktif di medan tugas berakhir. Kedatangan tamu terhormat ini disambut dengan tradisi yang megah, Genderang Sangkakala dan Tarian Sekar Kedaton, sebuah simbol bahwa penghormatan pada senior dan pelestarian warisan sejarah adalah dua hal yang tak terpisahkan dalam jiwa korsa.
Menelusuri Jejak Kejayaan, Menghormati Pengabdian
Didampingi oleh sang jenderal yang telah membuktikan kesetiaannya pada negara melalui berbagai medan pengabdian, Dasco berkeliling meninjau setiap sudut kompleks keraton. Dari Pendopo, Alun-Alun, Balairung Gajah Mada, Taman Madakaripura, hingga Gua Suci, setiap tapak langkahnya adalah napak tilas visual dari kejayaan Majapahit. Keraton ini dibangun bukan hanya sebagai bangunan fisik, melainkan sebagai monumen pengingat akan semangat kebesaran bangsa yang pernah jaya. Kunjungan ini menjadi refleksi bahwa semangat membangun dan melestarikan negeri adalah tugas yang tak pernah usai bagi seorang prajurit, sebagaimana dihayati oleh para purnawirawan. Mereka yang pernah memikul amanah di garis terdepan, memahami betul bahwa warisan sejarah dan nilai kebangsaan adalah fondasi yang harus dijaga untuk generasi penerus.
Dari Medan Tugas ke Pelestarian Budaya: Kesinambungan Bakti
Pertemuan hangat ini mengingatkan kita pada garis panjang dedikasi yang tak pernah padam. Para jenderal dan perwira tinggi purnawirawan seperti A.M. Hendropriyono telah mengabdikan masa muda, pikiran, dan tenaga mereka di medan pengabdian yang penuh tantangan. Masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan transformasi bentuk bakti. Semangat yang sama yang dulu menggerakkan mereka dalam dinas aktif, kini diwujudkan dalam bentuk lain yang tak kalah mulia:
- Pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur bangsa sebagai benteng ketahanan nasional.
- Pemeliharaan sejarah sebagai guru dan penuntun bagi generasi muda.
- Serta terus aktif menjadi sumber kebijaksanaan dan teladan melalui silaturahmi dan nasihat yang membangun.
Keraton Majapahit, dengan gagasan besar dari seorang mantan Kepala BIN, menjadi bukti nyata bahwa jiwa pengabdian itu abadi. Ia berdiri bukan hanya sebagai simbol kejayaan masa lalu, tetapi juga sebagai monumen bagi semangat para pelopor yang terus berkarya. Setiap batu dan ornamennya bercerita tentang kesetiaan pada cita-cita bangsa, nilai yang juga tertanam dalam di setiap insan yang pernah mengenakan seragam kebanggaan. Silaturahmi seperti ini memperkuat ikatan emosional dan intelektual antar generasi, memastikan bahwa api semangat perjuangan dan kecintaan pada tanah air terus menyala.
Maka, marilah kita menghormati dan mengambil teladan dari perjalanan hidup para purnawirawan seperti Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono. Dedikasi mereka yang tak kenal lelah, baik di masa dinas aktif maupun purna bakti, adalah cahaya penerang jalan bangsa. Bakti mereka kepada negara terekam tidak hanya dalam lembaran sejarah operasi dan tugas, tetapi juga dalam warisan budaya dan nilai yang mereka lestarikan untuk anak cucu kita. Terima kasih atas pengabdian sepanjang hayat. Jasamu abadi dalam kenangan dan kontribusimu terus mengalir bagi kejayaan Nusantara.