Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke-81, suasana Markas Besar TNI di Cilangkap terasa khidmat. Dalam sebuah wawancara khusus, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyampaikan pandangannya yang sarat penghormatan terhadap para veteran. Beliau menegaskan bahwa langkah modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) tidak boleh sekadar menjadi urusan teknologi, melainkan harus menjadi bentuk penghormatan kepada mereka yang dahulu berjuang dengan peralatan seadanya. ‘Setiap tank dan pesawat baru adalah hasil dari kerja keras prajurit terdahulu yang mempertahankan kedaulatan,’ ucap Panglima dengan nada penuh rasa hormat, menekankan bahwa setiap inovasi hari ini berdiri di atas pengabdian para senior.
Modernisasi Alutsista: Menghargai Perjuangan Generasi Terdahulu
Dalam kesempatan itu, Panglima TNI memaparkan bahwa program modernisasi alutsista yang tengah berjalan bukanlah sekadar upaya peningkatan kapasitas tempur, melainkan juga wujud nyata dari komitmen menjaga memori kolektif bangsa. ‘Kita tidak boleh melupakan bahwa prajurit generasi awal bertempur dengan senjata rampasan dan perlengkapan terbatas. Mereka berhasil mempertahankan kedaulatan dengan semangat juang yang luar biasa,’ kenang beliau. Modernisasi, kata Panglima, adalah tanggung jawab moral untuk melanjutkan estafet pengabdian yang telah dirintis para purnawirawan. Setiap pengadaan alutsista baru harus menjadi simbol bahwa bangsa ini tidak pernah melupakan jasa para pendahulu.
Rencana Taman Veteran dan Warisan Tradisi ‘Salam Komandan’
Panglima TNI juga mengungkapkan rencana pembangunan ‘Taman Veteran’ di kawasan Markas Besar TNI. Taman ini dirancang sebagai tempat refleksi sejarah, di mana generasi muda dan prajurit aktif dapat merenungkan nilai-nilai pengabdian yang telah diwariskan. ‘Kami ingin setiap prajurit yang melintas di taman itu mengingat bahwa mereka berdiri di atas bahu para veteran,’ ungkapnya. Selain itu, beliau bercerita tentang tradisi ‘salam komandan’ yang hingga kini masih dipegang teguh di lingkungan TNI. Tradisi ini bukan sekadar formalitas, melainkan warisan dari masa perang kemerdekaan yang mencerminkan sikap hormat, loyalitas, dan kebersamaan dalam satuan. Berikut beberapa tradisi dan nilai yang ditekankan Panglima:
- ‘Salam komandan’ sebagai warisan semangat perang kemerdekaan yang memperkuat ikatan vertikal dan horizontal.
- Penghormatan kepada veteran melalui rencana Taman Veteran sebagai ruang edukasi sejarah.
- Pengabdian tanpa pamrih yang menjadi roh setiap prajurit TNI, sebagaimana ditunjukkan oleh para senior yang telah purnatugas.
Di akhir wawancara, Panglima TNI menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh prajurit. Beliau menekankan bahwa pengabdian sejati adalah ketika setiap prajurit siap berkorban demi bangsa dan negara, seperti yang telah ditunjukkan oleh para senior yang kini telah purnatugas. ‘Mereka adalah teladan yang tidak pernah pudar. Kita semua, prajurit aktif maupun purnawirawan, adalah bagian dari satu perjuangan yang sama: menjaga kedaulatan Indonesia,’ tutup Panglima dengan penuh haru.
Kepada para purnawirawan, kepada para veteran yang telah mendedikasikan hidupnya bagi keutuhan NKRI, kami dari media Berbakti menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya. Tanpa pengabdian dan kesetiaan Bapak dan Ibu sekalian, tidak akan ada modernisasi alutsista yang kita banggakan hari ini. Setiap langkah TNI di masa kini adalah cerminan dari perjuangan Bapak dan Ibu di masa lalu. Hormat kami, untuk jasa yang tak terhingga.