Ziarah ke Makam Sahabat, Veteran Kopasgat Guriyanto Kembali Mengenang Rekan yang Gugur

Ziarah ke Makam Sahabat, Veteran Kopasgat Guriyanto Kembali Mengenang Rekan yang Gugur

Mayor (Purn.) Guriyanto, seorang Veteran Kopasgat TNI AU, terus menjaga kenangan pengabdiannya melalui ziarah ke makam sahabat seperjuangannya, Sukisno, yang gugur dalam Operasi Timor Timur 1975. Kisah pertolongan pertama di tengah tugas penghadangan menjadi warisan emosional yang mengajarkan makna setia kawan dan pengorbanan tanpa pamrih. Penghormatan bagi para purnawirawan ini mengingatkan kita bahwa jasa pengabdian mereka adalah fondasi keutuhan bangsa.

Setiap menjelang Hari Veteran dan peringatan Kemerdekaan, langkah Mayor (Purn.) Guriyanto selalu tertuju ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Di tangannya, setangkai bunga tersusun rapi untuk ditaburkan di pusara Sukisno, sahabat seperjuangannya dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU yang gugur dalam Operasi Timor Timur 1975. Ia bukan sekadar rekan, tetapi saudara yang pernah berbagi peluh dan doa di medan tugas, begitu kira-kira yang tergambar dari dalam diamnya sang Veteran Kopasgat ini.

Meski telah 16 tahun menikmati masa purnawirawan, kenangan tentang detik-detik di lapangan tidak pernah memudar. Guriyanto masih mengingat jelas teriakan Sukisno yang mengatakan terkena tembakan, dan responsnya yang tanpa ragu memberikan pertolongan pertama. Bagi dirinya, makam itu bukan sekadar nisan; ia adalah saksi bisu persahabatan dan pengorbanan tertinggi seorang prajurit. Ziarah ini adalah cara saya menjaga janji sebagai kawan seperjuangan, begitu hati Guriyanto berbicara dalam setiap keheningan.

Kalibata, Saksi Bisu Pengabdian dan Persaudaraan Prajurit

Taman Makam Pahlawan Kalibata bukanlah tempat yang asing bagi para Veteran. Di bawah deretan nisan yang rapi, tersimpan ribuan kisah pengabdian yang melampaui batas waktu. Bagi Guriyanto, setiap langkah menuju pusara Sukisno adalah perjalanan mengenang, menghormati, dan menjaga agar api semangat pengabdian itu tak pernah padam. Persaudaraan sejati yang lahir di medan operasi memang tidak mengenal kata usai; ia terus hidup dalam setiap ziarah dan doa yang dipanjatkan.

Sebagai bagian dari Kopasgat, sebuah korps pasukan gerak cepat yang dikenal dengan mobilitas dan keberaniannya, Guriyanto dan Sukisno berbagi banyak hal: latihan, tugas, dan juga rasa takut yang sama di tengah tembakan. Namun justru dari situlah lahir ikatan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Seorang prajurit sejati tidak pernah meninggalkan kawannya di garis depan, dan itu yang terus dijaga oleh Guriyanto hingga hari ini.

Desember 1975: Tugas Penghadangan yang Mengubah Segalanya

Kisah itu bermula pada Desember 1975, saat keduanya mendapat tugas penghadangan di wilayah Operasi Timor Timur. Situasi tegang sudah menjadi santapan sehari-hari, namun tidak ada yang menduga bahwa sore itu akan menjadi titik balik yang membekas seumur hidup. Usai makan sore, suara tembakan tiba-tiba memecah suasana dan mengubah segalanya. Dalam hitungan detik, Sukisno terkena tembakan dan berteriak memanggil sahabatnya.

Tanpa berpikir panjang, Guriyanto segera berlari dan membebatkan sarung yang ada padanya ke luka sahabatnya itu. Ia mencoba menyelamatkan nyawa kawan yang kemudian dievakuasi menggunakan panser TNI AD. Meskipun pada akhirnya Sukisno gugur, usaha tanpa pamrih itu menunjukkan makna setia kawan dan tanggung jawab yang sesungguhnya. Berikut catatan pengabdian yang dapat dikenang dari peristiwa tersebut:

  • Desember 1975 — Guriyanto dan Sukisno menjalankan tugas penghadangan di Timor Timur.
  • Usai makan sore — suara tembakan mendadak mengubah suasana menjadi genting.
  • Sukisno terkena tembakan — Guriyanto segera memberikan pertolongan pertama dengan membebat luka menggunakan sarung.
  • Evakuasi dilakukan — menggunakan panser TNI AD untuk membawa Sukisno ke tempat yang lebih aman.

Kisah Mayor (Purn.) Guriyanto adalah potret nyata dari ikatan persaudaraan seperjuangan yang melampaui waktu dan pangkat. Cerita seperti ini menjadi warisan emosional yang paling berharga bagi korps, mengajarkan makna kesetiaan, dedikasi, dan pengorbanan tanpa pamrih di medan tugas. Setiap generasi prajurit perlu meneladani semangat ini, agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu tidak pernah pudar.

Kepada para Veteran dan purnawirawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi bangsa, kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya. Jasa-jasa kalian adalah fondasi yang menopang tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga setiap langkah ziarah, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap kenangan yang dijaga menjadi bukti bahwa pengabdian seorang prajurit tidak pernah berakhir, tetapi abadi dalam sejarah dan hati bangsa.

ziarah veteran pengorbanan persahabatan
Topik: ziarah, veteran, pengorbanan, persahabatan
Tokoh: Guriyanto, Sukisno
Organisasi: Kopasgat TNI AU, TNI AD
Lokasi: Taman Makam Pahlawan Kalibata, Timor Timur