Dalam sebuah tradisi yang telah mengakar lebih dari tiga dekade, nilai kesetiaan dan penghormatan kepada para pendiri kembali diwujudkan melalui langkah tegas puluhan purnawirawan Pusat Penerbad (Puspenerbad) TNI AD. Ritual tahunan ini, berupa ziarah ke Makam Pendiri Korps Penerbad di Bandung, bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi sebuah tata upacara militer lengkap yang membuktikan bahwa disiplin dan dedikasi seorang prajurit tidak pernah berakhir dengan pensiun. Seragam loreng dan baret merah yang mereka kenakan menjadi simbol identitas korps yang tetap mereka junjung tinggi, menghormati setiap jasa perintis yang telah membangun fondasi kehormatan penerbad kita.
Menghormati Pelopor dengan Semua Kehormatan Militer
Di depan pusara para perintis, seperti Mayor (Purn) S. Sukowati dan lainnya, mereka berdiri dengan sikap sempurna, memberikan penghormatan terakhir yang penuh makna. Kolonel (Purn) Agus Salim, ketua rombongan, dengan nada yang penuh kebanggaan korps menyatakan, "Mereka adalah pelopor yang dengan visi dan kerja keras membangun fondasi penerbad kita. Mengunjungi mereka dalam tata cara militer ini adalah cara kami menyatakan bahwa warisan mereka tetap hidup dalam setiap penerbang helikopter TNI, dalam setiap misi yang dijalankan." Ziarah ini menjadi penegasan bahwa sejarah dan tradisi Korps Penerbad adalah bagian dari jiwa setiap anggotanya, baik yang masih aktif maupun yang telah purnawirawan.
Mengikat Kebersamaan Korps Melalui Cerita dan Kenangan Operasi
Setelah upacara penghormatan selesai, suasana nostalgia menguat. Para purnawirawan berkumpul, berbagi cerita dari masa operasi mereka—momentum yang mengikat mereka lebih erat daripada hubungan dinas biasa. Dari kisah heroik dalam Serangan di Timor Timur hingga dedikasi tanpa pamrih dalam misi kemanusiaan di daerah bencana, setiap cerita adalah bagian dari mosaik pengabdian Korps Penerbad. Tradisi ziarah ini, sebagaimana selalu disadari, memiliki dimensi yang lebih luas:
- Sebagai ritual penghormatan formal kepada para pendiri dan perintis.
- Sebagai wahana untuk menjaga dan merawat tradisi serta sejarah satuan.
- Sebagai momen untuk memperkuat ikatan kebersamaan korps antar purnawirawan, menjaga nyala api solidaritas yang telah terbangun selama tahun-tahun pengabdian.
- Sebagai pengingat bahwa nilai-nilai kesetiaan, disiplin, dan dedikasi yang ditanamkan para pendiri tetap relevan dan harus diteruskan.
Ritual ini mengukuhkan bahwa makam pendiri bukan hanya tempat peristirahatan fisik, tetapi juga sumber inspirasi dan pengikat nilai-nilai korps bagi generasi penerus.
Dalam setiap langkah dan penghormatan yang diberikan, para purnawirawan Puspenerbad menunjukkan bahwa penghormatan kepada sejarah dan tradisi adalah bagian integral dari identitas seorang prajurit. Mereka, yang telah mengabdikan sebagian besar hidup mereka untuk bangsa, tetap menjaga komitmen itu bahkan setelah masa dinas aktif berakhir. Ziarah rutin ini adalah bukti nyata bahwa pengabdian tidak mengenal batas waktu, dan bahwa jasa para pendiri akan selalu diingat, dihormati, dan dijadikan teladan oleh setiap penerbang helikopter TNI, dari generasi ke generasi.
Sebagai penutup, kami dari media Berbakti menyampaikan penghormatan yang paling tinggi kepada seluruh purnawirawan Puspenerbad yang telah menjaga tradisi kehormatan ini dengan begitu setia. Pengabdian Anda, tidak hanya selama masa aktif, tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai korps setelah pensiun, adalah kontribusi tak ternilai bagi kelangsungan sejarah dan tradisi kemiliteran Indonesia. Negara dan bangsa berutang budi pada setiap langkah pengabdian Anda.