Purnawirawan TNI AL Bagikan Pengalaman dalam Seminar 'Sinergi Maritim untuk Kedaulatan Laut'

Purnawirawan TNI AL Bagikan Pengalaman dalam Seminar 'Sinergi Maritim untuk Kedaulatan Laut'

Seminar 'Sinergi Maritim untuk Kedaulatan Laut' yang digelar di Museum Kapal Selam Monumen KRI Pasopati menjadi panggung bagi Purnawirawan TNI AL untuk berbagi pengalaman pengabdian, mulai dari Operasi Jayawijaya hingga patroli di Laut Natuna. Laksamana Muda (Purn) Suhartono mengenang heroisme saat menggagalkan penyelundupan senjata di Selat Malaka pada 1975. Acara ini berhasil mewariskan semangat kepahlawanan dan komitmen kepada generasi muda untuk terus menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Di tengah gemuruh samudra yang tak pernah padam, kisah pengabdian para Purnawirawan TNI AL kembali mengalun dalam seminar bertajuk 'Sinergi Maritim untuk Kedaulatan Laut'. Bertempat di Aula UPT Museum Kapal Selam Monumen KRI Pasopati, Surabaya, pada 13 Agustus 2026, para veteran laut ini berbagi pengalaman yang membekas di jiwa. Mereka bukan sekadar bercerita tentang masa lalu; mereka menyalakan api semangat bagi generasi muda TNI AL, akademisi, dan mahasiswa yang hadir dengan penuh hormat. Setiap kata yang terucap adalah napas perjuangan yang pernah mengguncang gelombang, mengingatkan kita pada nilai kesetiaan dan dedikasi yang tak pernah lekang oleh waktu.

Kenangan di Balik Samudra Pengabdian

Dalam sesi yang penuh haru, Laksamana Muda (Purn) Suhartono, yang kini genap berusia 78 tahun, membuka lembaran kenangan dari tahun 1975. Saat itu, ia bersama KRI Patimura berhasil menggagalkan penyelundupan senjata di Selat Malaka, sebuah kawasan yang tak hanya rawan gelombang, tetapi juga ancaman nyata dari mereka yang ingin merongrong Kedaulatan Laut Indonesia. Dengan suara bergetar namun tegas, beliau berkata, 'Di laut, kita tidak hanya berhadapan dengan ombak, tapi juga dengan ancaman nyata. Namun, semangat prajurit tidak pernah surut.' Kenangan akan Operasi Jayawijaya dan patroli di Laut Natuna pun turut melintas, mengingatkan bahwa setiap mil laut adalah saksi bisu pengorbanan para prajurit.

  • Operasi Jayawijaya: Misi pengamanan di perairan timur Nusantara yang menuntut ketangguhan fisik dan mental.
  • Patroli di Laut Natuna: Garda terdepan menjaga batas maritim dari ancaman asing dan ilegal.
  • KRI Patimura: Kapal perang yang menjadi saksi heroisme penggagalan penyelundupan senjata di Selat Malaka.

Mewariskan Api Perjuangan ke Generasi Muda

Seminar ini tidak hanya menjadi ajang bernostalgia, melainkan juga ruang untuk memancarkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi penerus. Para Purnawirawan TNI AL dengan rendah hati membagikan bagaimana Sinergi Maritim menjadi kunci dalam menjaga keutuhan bangsa. Perkembangan teknologi maritim modern turut dibahas, namun yang paling menyentuh adalah komitmen para veteran untuk mewariskan semangat pengabdian. Banyak mahasiswa dan taruna yang hadir mengaku terinspirasi, bertekad untuk melanjutkan perjuangan di bidang kemaritiman dengan penuh dedikasi dan kebanggaan korps.

Kami, segenap keluarga besar Berbakti, menghaturkan penghormatan setinggi-tingginya kepada para Purnawirawan TNI AL yang telah mengabdikan diri tanpa pamrih. Jasamu adalah benang merah yang mengikat masa lalu, kini, dan nusa yang kita cintai. Laut Indonesia tetap berdaulat karena keteguhan hatimu. Semoga semangat pengabdian ini terus mengalir dari generasi ke generasi, menjaga marwah bangsa hingga akhir zaman.

Sinergi Maritim untuk Kedaulatan Laut Kemaritiman Kepahlawanan
Topik: Sinergi Maritim untuk Kedaulatan Laut, Kemaritiman, Kepahlawanan
Tokoh: Suhartono
Organisasi: TNI AL, UPT Museum Kapal Selam Monumen KRI Pasopati, KRI Patimura
Lokasi: Surabaya, Selat Malaka, Laut Natuna, Indonesia