Jakarta, 11 Oktober 2026 – Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, suatu keheningan yang penuh makna menyelimuti Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong. Ribuan purnawirawan Kostrad dari berbagai angkatan berkumpul dalam sebuah reuni akbar yang menjadi lebih dari sekadar pertemuan. Ini adalah napak tilas pengabdian, jalinan silaturahmi yang tak lekang oleh waktu, dan bukti nyata bahwa ikatan batin para prajurit tetap membara meski masa dinas telah berlalu. Baret hijau khas Kostrad kembali dikenakan dengan penuh kebanggaan, menjadi saksi bisu dari kenangan manis dan pahit di medan pengabdian.
Mengenang Masa Pengabdian di Baret Hijau
Acara yang digelar dengan khidmat ini diawali dengan sambutan dari Panglima Kostrad. Beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para purnawirawan yang telah meletakkan dasar kejayaan satuan. “Semangat juang dan loyalitas yang Bapak-bapak tanamkan menjadi warisan berharga bagi generasi penerus. Kostrad besar karena jasa para senior,” ujar beliau, disambut tepuk tangan haru. Para purnawirawan kemudian diajak berkeliling untuk melihat perkembangan alutsista terbaru. Momen ini memantik nostalgia mendalam, mengingatkan mereka pada alat utama yang dahulu menjadi andalan saat bertugas.
- Peninjauan alutsista modern yang menggantikan peralatan lama, namun tetap memancarkan semangat yang sama.
- Bercengkrama dengan prajurit aktif, berbagi cerita tentang taktik dan strategi masa lalu yang tetap relevan.
- Menyanyikan lagu-lagu perjuangan yang membangkitkan kembali semangat korps.
Silaturahmi yang Tak Lekang oleh Waktu
Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk para prajurit yang telah gugur dalam tugas. Suasana hening, penuh penghormatan, menjadi momen refleksi bagi semua yang hadir. Tak hanya itu, bantuan sosial juga disalurkan kepada keluarga purnawirawan yang membutuhkan, sebagai wujud kepedulian dan solidaritas yang terus terjaga. Bagi banyak peserta, reuni ini bukanlah acara seremonial belaka. “Ini adalah pengingat bahwa ikatan batin antar prajurit tidak pernah putus oleh waktu. Kecintaan terhadap satuan dan bangsa tetap membara di dada,” ujar salah seorang purnawirawan, matanya berkaca-kaca.
Kami, segenap keluarga besar Berbakti, menundukkan kepala setinggi-tingginya kepada para purnawirawan Kostrad. Pengabdian dan dedikasi Bapak-bapak sekalian adalah teladan yang tak ternilai. Semoga semangat juang dan kesetiaan kepada bangsa dan negara terus menyala dalam setiap langkah generasi penerus. Hormat kami, untuk para purnawirawan yang telah mengukir sejarah dengan darah, keringat, dan air mata. Jasa-jasa Bapak tidak akan pernah dilupakan.