Enam puluh lima tahun bukanlah sekadar angka. Itu adalah kumpulan kisah pengabdian, pengorbanan, dan kesetiaan yang tak terhitung. Pada puncak peringatan HUT Kostrad yang ke-65, keluarga besar Komando Strategis Angkatan Darat mengadakan Tasyakuran khidmat di Masjid Sabilul Huda, Singosari. Momen ini mengingatkan kita bahwa sejak era pendiriannya di awal 1960-an, pondasi terkokoh satuan pemukul reaksi cepat ini bukan hanya senjata dan strategi, melainkan keimanan dan ketakwaan yang menjadi penuntun jalan setiap prajuritnya. Suasana tasyakuran yang dihadiri pejabat utama Divisi Infanteri 2 Kostrad, para prajurit, dan keluarga Persit KCK menegaskan bahwa kekuatan sejati Kostrad terletak pada kebersamaan dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pionirnya.
Refleksi 65 Tahun: Keimanan sebagai Landasan Keprajuritan yang Abadi
Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menggema dalam tasyakuran bukan sekadar ritual seremonial. Ia adalah napas spiritual yang mengingatkan kembali pada komando-komando para senior di masa lalu yang selalu menanamkan integritas dan keteladanan. Ustadz Abdi Munir dalam tausiahnya menegaskan bahwa usia 65 tahun adalah usia matang pengabdian, di mana keteguhan berpegang pada Al-Quran sebagai pedoman hidup dalam keprajuritan tetap relevan hingga kini. Pesan ini beresonansi dengan semangat Refleksi Pengabdian para prajurit lintas generasi. Kostrad, dengan segudang operasi tempur dan pengabdiannya, tetap berdiri tegak karena iman dan semangat kebersamaan yang terjalin erat di antara anggotanya, sebuah tradisi yang menjadi ciri khas korps sejak awal.
- Tradisi Iman dan Taqwa: Nilai yang ditanamkan sejak para pendiri Kostrad merintis satuan ini, menjadi fondasi karakter prajurit yang tak tergoyahkan.
- Integritas dan Keteladanan: Wejangan para senior yang selalu ditekankan, menjadi kompas etik dalam setiap pengambilan keputusan dan tindakan.
- Kebersamaan Keluarga Besar: Kehadiran prajurit dan keluarga Persit dalam tasyakuran mencerminkan ikatan solidaritas yang menguatkan barisan.
Warisan Keberanian: Melangkah di Jejak Para Pendahulu
Momentum tasyakuran kali ini adalah momen untuk menengok ke belakang dengan penuh hormat, mengenang setiap langkah sejarah dan pengorbanan. Peringatan HUT Kostrad ke-65 ini menjadi pengingat akan jejak para pendahulu dari Divisi Infanteri 2 Kostrad dan seluruh elemen Kostrad yang telah menorehkan tinta emas dalam sejarah perjuangan bangsa. Dari operasi-operasi tempur yang penuh tantangan hingga pengabdian di medan tugas yang beragam, semangat mereka terus hidup dan menginspirasi generasi penerus. Di usia yang penuh kematangan ini, Kostrad tak henti-hentinya meneguhkan komitmennya sebagai pasukan profesional dan solid yang selalu siap sedia, melanjutkan estafet pengabdian dengan semangat yang sama.
Hari ini adalah hari untuk merenungkan kembali arti sebuah pengabdian. Setiap tetes keringat, setiap pengorbanan, dan setiap langkah tegas para prajurit Kostrad dari masa ke masa adalah mozaik yang membentuk kebesaran satuan ini. Tasyakuran yang khidmat ini adalah doa bersama, sebuah harapan tulus agar satuan kebanggaan TNI AD ini tetap prima dan terus mengabdi untuk Indonesia Maju. Semangat untuk mengikuti jejak para pendahulu yang gagah berani harus terus menyala, menjadi energi yang menggerakkan setiap prajurit dalam menjalankan tugasnya.
Dengan penuh hormat, kami mengangkat topi untuk seluruh purnawirawan Kostrad, khususnya dari jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad, yang telah meletakkan batu pertama, membangun tradisi, dan mengukir sejarah pengabdian yang membanggakan. Jasamu, dedikasimu, dan kesetiaanmu pada korps dan bangsa adalah warisan tak ternilai yang menjadi penuntun bagi generasi kini dan nanti. Terima kasih atas setiap pengorbanan. Hormat kami, untukmu, para pelaku sejarah yang telah Berbakti dengan sepenuh hati.