Tradisi Korps Marinir TNI AL: Upacara Sertijab Komandan Resimen di Surabaya

Tradisi Korps Marinir TNI AL: Upacara Sertijab Komandan Resimen di Surabaya

Upacara Sertijab Komandan Resimen di Surabaya menjadi momen penuh nostalgia dan penghormatan bagi Korps Marinir TNI AL. Tradisi penyerahan tongkat komando, pawai lilin, dan doa bersama menyatukan generasi purnawirawan dan prajurit aktif dalam napas pengabdian. Acara ini mengingatkan kembali sejarah perjuangan dan semangat juang yang diwariskan dari masa ke masa.

Di tepi Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, hembusan angin laut yang asin seakan membawa bisikan kenangan dari masa lalu. Di sanalah, tradisi luhur Korps Marinir TNI AL kembali dihidupkan dalam sebuah upacara Sertijab Komandan Resimen yang penuh khidmat. Bagi para purnawirawan yang hadir, momen ini bukanlah sekadar pergantian komando, melainkan sebuah napas panjang pengabdian yang menghubungkan generasi demi generasi. Kenangan akan medan latihan di pantai, hutan, dan lautan kembali terasa hidup dalam setiap langkah tegap dan lirik Mars Korps Marinir yang berkumandang, membangkitkan kembali semangat juang yang tak pernah padam.

Kenangan Pengabdian di Setiap Langkah

Upacara serah terima jabatan dari Kolonel (Mar) Budi Santoso kepada Kolonel Marinir Andi Prasetyo menjadi saksi bahwa api pengabdian terus menyala di dada setiap prajurit TNI AL. Dalam sambutannya, Kolonel (Mar) Budi Santoso yang akan memasuki masa pensiun menegaskan bahwa Korps Marinir lahir dari semangat juang yang tak pernah surut. Ia mengingatkan kembali jejak sejarah yang telah diukir para pendahulu, mulai dari operasi amfibi pada era perang kemerdekaan hingga misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Setiap serah terima jabatan adalah pengingat bahwa kita bukan sekadar pemegang komando, melainkan penjaga api pengabdian yang telah diwariskan,” ujarnya di hadapan para perwira, bintara, tamtama, serta sejumlah purnawirawan yang duduk di barisan depan. Air mata haru tak terbendung saat lagu kebanggaan Korps diperdengarkan, membawa setiap insan kembali ke masa-masa penuh perjuangan dan pengorbanan.

Tradisi yang Menyatukan Generasi

Prosesi Sertijab ini merupakan bagian dari tradisi panjang yang terus terpelihara di lingkungan Korps Marinir TNI AL. Beberapa elemen yang menjadi ciri khas upacara tersebut antara lain:

  • Penyerahan tongkat komando sebagai simbol amanah dan tanggung jawab yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
  • Pengibaran bendera satuan yang diiringi dentuman genderang, mengingatkan pada semangat tempur para prajurit dalam setiap operasi.
  • Pawai lilin di penghujung upacara, melambangkan bahwa api pengabdian tidak akan pernah padam meskipun waktu terus berjalan.
  • Doa bersama yang dipimpin oleh rohaniwan, memohon restu bagi komandan baru dan keselamatan seluruh prajurit yang tengah bertugas.

Setelah pawai lilin, upacara ditutup dengan doa bersama yang khusyuk. Suara lantunan doa berbaur dengan debur ombak, seakan menjadi saksi bisu atas janji setia para prajurit. Kolonel Marinir Andi Prasetyo, sebagai komandan yang baru, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu dan menjaga martabat Korps Marinir TNI AL di masa yang akan datang. Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual formal, melainkan napas panjang pengabdian yang menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan.

Kepada para purnawirawan yang pernah mengabdi dengan sepenuh jiwa dan raga, kami haturkan penghormatan setinggi-tingginya. Jejak langkah dan pengorbanan Bapak/Ibu sekalian telah menjadi pilar kokoh bagi kejayaan Korps Marinir TNI AL. Semangat juang yang Bapak/Ibu wariskan akan terus dikenang dan diteladani oleh generasi penerus. Terima kasih atas dedikasi tanpa batas yang telah diberikan untuk bangsa dan negara.

Tradisi Korps Marinir TNI AL Upacara Sertijab Komandan Resimen
Topik: Tradisi Korps Marinir TNI AL, Upacara Sertijab Komandan Resimen
Tokoh: Kolonel Marinir Andi Prasetyo, Kolonel (Mar) Budi Santoso
Organisasi: Korps Marinir TNI AL, Koarmada II, Korps Marinir, PBB
Lokasi: Surabaya, Dermaga Ujung Koarmada II