Di sebuah sore yang teduh di Malang, suasana haru menyelimuti kediaman Serma (Purn) Sukatman. Kehadiran Danrem 083/Baladhika Jaya beserta sejumlah perwira TNI AD di teras rumahnya bukan sekadar kunjungan biasa. Mereka datang membawa kejutan istimewa: suvenir dan piagam penghargaan sebagai ungkapan terima kasih atas pengabdiannya yang hampir tiga puluh tahun. Bagi seorang purnawirawan, momen seperti ini adalah pengakuan paling tulus bahwa perjuangannya tidak pernah dilupakan.
Kehormatan yang Tak Lekang oleh Waktu
Saat piagam penghargaan diserahkan, Sukatman tampak menunduk sebentar, menahan getir. Namun ketika diminta mengenakan kembali baret hijau tua kesayangannya, air mata pria yang pernah menjadi bintara senior infanteri itu tak terbendung. Baret itu bukan sekadar penutup kepala; ia adalah simbol kesetiaan, kehormatan, dan ribuan kenangan yang tergores dalam setiap misi pengabdian. Momen ini juga menjadi pengingat bahwa penghargaan tidak selalu harus berupa materi; kehadiran dan penghormatan adalah hadiah yang jauh lebih bermakna.
Selama hampir tiga dekade, Sukatman menorehkan pengabdian di berbagai medan tugas. Sebagai mantan bintara senior infanteri, ia pernah dipercaya dalam operasi pengamanan perbatasan dan penanggulangan bencana. Catatan pengabdiannya meliputi:
- Pengamanan wilayah perbatasan yang menuntut kewaspadaan tinggi dan kesiapan fisik prima;
- Operasi penanggulangan bencana yang mengutamakan keselamatan rakyat dan ketangguhan di lapangan;
- Keteladanan sebagai bintara senior infanteri dalam menjaga kehormatan satuan.
Semua itu dijalani dengan penuh ketulusan, tanpa pamrih, karena kecintaannya kepada tanah air. Di usianya yang senja, Sukatman mengaku bersyukur. "Saya hanya melakukan kewajiban sebagai prajurit. Penghargaan ini sangat berlebihan, tetapi tulus saya terima," ujarnya dengan suara bergetar. Kerendahan hati seperti inilah yang membuat sosoknya makin dihormati. Ia tidak pernah menganggap pengabdiannya sebagai jasa yang perlu dibalas, melainkan bagian dari dharma bakti kepada bangsa dan negara.
Silaturahmi yang Memperkuat Tradisi TNI AD
Kunjungan Danrem 083/Baladhika Jaya ke rumah purnawirawan ini bukan sekadar seremonial. Ia adalah wujud nyata bahwa TNI AD menjaga tali silaturahmi dengan para pendahulunya. Kehadiran seorang komandan resor militer di beranda rumah purnawirawan adalah penghormatan kepada senior, sekaligus sarana untuk mendengar langsung perjuangan para pendahulu. Dalam tradisi militer, nilai ini dirawat turun-temurun agar tidak ada prajurit yang merasa berjuang sendiri.
Tradisi menghargai jasa ini harus terus dirawat. Setiap purnawirawan adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah satuan. Melalui momentum seperti ini, generasi penerus diajak meneladani dedikasi, kesetiaan, dan ketulusan yang telah ditunjukkan para seniornya. Danrem 083/Baladhika Jaya pun memberikan teladan bahwa penghargaan dan silaturahmi dengan purnawirawan TNI AD adalah investasi moral yang tak ternilai.
Di akhir kunjungan, doa dan ucapan terima kasih mengiringi langkah para perwira meninggalkan kediaman Sukatman. Namun yang lebih penting, kehangatan silaturahmi itu akan terus membekas di hati. Bagi setiap purnawirawan, pengakuan seperti ini adalah bukti bahwa jasa mereka tetap dikenang. Kepada Serma (Purn) Sukatman dan seluruh purnawirawan TNI AD yang telah mengabdi dengan sepenuh jiwa, kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya. Semoga keteladanan dan dedikasi mereka selalu menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.