Kisah Kolonel (Purn) Ahmad Sudrajat: Dari Kopasus hingga Mengabdi di Desa

Kisah Kolonel (Purn) Ahmad Sudrajat: Dari Kopasus hingga Mengabdi di Desa

Kisah Kolonel (Purn) Ahmad Sudrajat, mantan Komandan Grup 2 Kopassus, yang kini mengabdikan diri di pesantren dan Koramil di Tasikmalaya. Artikel ini mengangkat jejak pengabdiannya dari operasi Mapenduma hingga membina generasi muda, dengan nilai-nilai Sapta Marga yang tetap hidup. Sebuah profil tokoh purnawirawan Kopassus yang menginspirasi bahwa pengabdian sejati tidak mengenal batas waktu dan tempat.

Di balik sunyinya pagi di sebuah pesantren di Tasikmalaya, seorang pria berusia 72 tahun masih dengan sigap memimpin latihan bela diri. Ia adalah Kolonel Infanteri (Purn) Ahmad Sudrajat, mantan Komandan Grup 2 Kopassus yang namanya harum dalam sejarah operasi khusus TNI AD. Meskipun telah lama melepas bintang di pundak, jiwa prajuritnya tak pernah padam. Kini, ia mengabdikan diri di kampung halaman, menjadi penasihat di Koramil setempat dan membina generasi muda melalui pesantren. Kisahnya adalah cermin nyata bahwa pengabdian sejati tidak mengenal masa pensiun — ia tetap setia pada Sapta Marga hingga napas terakhir. Profil tokoh purnawirawan Kopassus ini menginspirasi kita semua, bahwa setiap langkah pengabdian adalah warisan berharga bagi bangsa.

Dari Medan Operasi ke Halaman Pesantren: Jejak Pengabdian Seorang Kopassus

Dalam setiap langkah hidupnya, Kolonel (Purn) Ahmad Sudrajat selalu membawa nilai-nilai yang tertanam sejak masih aktif di korps baret merah. Dalam wawancara dengan Tempo, ia menuturkan bahwa pengalaman paling berkesan adalah saat operasi pembebasan sandera di Mapenduma, Papua, pada tahun 1996. Di momen itu, ia belajar bahwa kepercayaan dan loyalitas adalah fondasi utama setiap misi. Bagi seorang prajurit Kopassus, tidak ada ruang untuk keraguan — setiap gerakan harus didasari keyakinan penuh terhadap komandan dan rekan seperjuangan. Semangat inilah yang terus ia tanamkan kepada para santri dan anggota TNI aktif yang kini ia bimbing. Tradisi keprajuritan yang ia wariskan mencakup tiga nilai fundamental yang tak lekang oleh waktu:

  • Misi Mapenduma: Operasi pembebasan sandera yang menuntut ketepatan, keberanian, dan soliditas tim — nilai yang tetap relevan dalam kehidupan sipil.
  • Loyalitas tanpa syarat: Prinsip yang dipegang teguh dari masa Kopassus hingga kini sebagai penasihat Koramil.
  • Warisan Sapta Marga: Pesannya kepada prajurit aktif — jangan pernah lupakan sejarah dan junjung tinggi kode kehormatan prajurit.

Mengabdi Tanpa Pamrih: Buah dari Jiwa Prajurit Sejati

Di usianya yang ke-72, Kolonel (Purn) Ahmad Sudrajat tidak sekadar berdiam diri. Ia menghabiskan masa tua dengan kegiatan yang sarat makna — mengajar bela diri di pesantren, membimbing karakter generasi muda, dan menjadi mitra strategis bagi Koramil setempat. Dedikasinya menunjukkan bahwa jiwa prajurit tak lekang oleh waktu. Profil tokoh purnawirawan Kopassus ini menginspirasi banyak pihak, membuktikan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak pernah berakhir meski telah pensiun. Baginya, setiap hari adalah kesempatan untuk meneruskan tradisi keprajuritan: setia, berani, dan rela berkorban. Dari medan operasi hingga halaman pesantren, dari tugas tempur hingga tugas mendidik, ia tetap menjadi teladan bahwa pengabdian sejati tidak mengenal batas waktu dan tempat.

Kepada para prajurit yang masih aktif, ia berpesan: jangan pernah melupakan sejarah, karena dari situlah lahir kekuatan dan kehormatan. Dan kepada seluruh purnawirawan, mari kita teruskan semangat Sapta Marga, di mana pun kita berada. Setiap langkah pengabdian, baik di medan laga maupun di lingkungan desa, adalah bukti nyata bahwa jiwa prajurit sejati tak pernah pensiun. Kami, dari redaksi Berbakti, menghaturkan penghormatan setinggi-tingginya kepada Kolonel (Purn) Ahmad Sudrajat dan seluruh purnawirawan yang terus mengabdi tanpa pamrih. Jasamu dan pengorbananmu adalah fondasi kokoh bagi keutuhan NKRI. Terima kasih, Bapak. Hormat kami, tegak lurus, setia pada Sapta Marga.

pengabdian purnawirawan Kopassus
Topik: pengabdian purnawirawan Kopassus
Tokoh: Ahmad Sudrajat
Organisasi: Grup 2 Kopassus, Koramil, Tempo
Lokasi: Tasikmalaya, Mapenduma