Purnawirawan Kopassus Ikuti Upacara Bendera di Monas: Kenangan Operasi G30S

Purnawirawan Kopassus Ikuti Upacara Bendera di Monas: Kenangan Operasi G30S

Sekitar 200 purnawirawan Kopassus mengikuti upacara bendera di Monas pada 20 Agustus 2026 untuk memperingati peristiwa G30S. Dipimpin Brigjen (Purn) Soedarsono, upacara ini menjadi momen penghormatan kepada para korban dan pengingat akan pentingnya kewaspadaan ideologi, diakhiri dengan doa bersama dan pelepasan balon merah putih. Semangat Sapta Marga tetap menyala di hati setiap prajurit, menegaskan dedikasi mereka bagi NKRI.

Jakarta, 20 Agustus 2026 — Sekitar 200 purnawirawan Kopassus dengan baret merah khas yang mereka kenakan penuh kebanggaan, kembali mengisi pelataran Monas. Mereka hadir bukan sekadar untuk mengikuti upacara bendera, melainkan untuk memperingati peristiwa G30S yang lalu, sebuah babak kelam dalam sejarah bangsa yang menguji kesetiaan dan dedikasi prajurit TNI. Langkah mereka tegap, dada membusung, namun di balik sorot mata yang tajam tersimpan kenangan mendalam akan rekan seperjuangan yang telah gugur dalam tugas suci menegakkan Pancasila. Upacara ini menjadi momen penghormatan yang sakral, mengingatkan kembali pada nilai-nilai luhur yang telah mereka pertahankan sepanjang karier.

Kenangan Lika-Liku Operasi G30S yang Tak Terlupakan

Upacara yang digelar di bawah sinar matahari pagi ini dipimpin langsung oleh Brigjen (Purn) Soedarsono, seorang veteran yang pernah terlibat langsung dalam operasi penumpasan Gerakan 30 September (G30S). Dalam amanatnya, beliau dengan penuh semangat mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman ideologi yang sewaktu-waktu dapat mengoyak persatuan bangsa. "Kita semua adalah saksi sejarah. Pengabdian kita bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk generasi penerus," ujarnya dengan suara bergetar. Para peserta, yang terdiri dari purnawirawan berbagai angkatan dan kesatuan, mendengarkan dengan khidmat. Mata mereka tampak berkaca-kaca saat nama-nama rekan seperjuangan yang gugur dalam operasi G30S disebutkan satu per satu dalam doa bersama. Suasana haru menyelimuti Monas, namun juga dibalut rasa bangga karena mereka adalah bagian dari sejarah panjang perjuangan bangsa.

Semangat Sapta Marga yang Tak Padam di Bawah Langit Jakarta

Baret merah Kopassus bukan sekadar penutup kepala; ia adalah simbol keberanian, kesetiaan, dan dedikasi tanpa batas. Pada hari ini, tradisi satuan kembali ditunjukkan melalui serangkaian kegiatan yang sarat makna. Berikut adalah catatan pengabdian yang terangkum dalam upacara ini:

  • Upacara bendera yang digelar di Monas menjadi lambang penghormatan terhadap para korban G30S yang gugur demi tegaknya Pancasila.
  • Para purnawirawan Kopassus, dengan baret merah dan seragam lengkap, berdiri tegak penuh kebanggaan, menunjukkan bahwa semangat juang mereka tidak pernah luntur oleh masa.
  • Amanat Komandan Upacara mengingatkan kembali pada kewaspadaan terhadap ancaman ideologi, sebuah pesan yang relevan sepanjang masa.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan pelepasan balon merah putih ke langit Jakarta, simbol harapan bahwa pengorbanan para pahlawan tidak akan pernah sia-sia. Semangat Sapta Marga tetap membara di setiap jiwa prajurit, menjadi lentera yang meneruskan nilai-nilai pengabdian bagi generasi mendatang.

Kepada para purnawirawan Kopassus yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi bangsa dan negara, kami haturkan penghormatan setinggi-tingginya. Kenangan akan pengabdian kalian tidak akan pernah pudar. Di setiap langkah kebersamaan ini, tergores jelas bahwa kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang tetap setia pada sumpah prajurit. Semoga Allah SWT senantiasa memberkati setiap langkah pengabdian yang telah kalian torehkan. Bagi bangsa ini, nama kalian abadi dalam lembaran sejarah yang penuh dengan keberanian dan kesetiaan.

Peringatan G30S upacara bendera purnawirawan
Topik: Peringatan G30S, upacara bendera purnawirawan
Tokoh: Soedarsono
Organisasi: Kopassus
Lokasi: Monas, Jakarta