Peluncuran Buku Memoar Letjen (Purn) Susilo: 40 Tahun Mengabdi di TNI AD

Peluncuran Buku Memoar Letjen (Purn) Susilo: 40 Tahun Mengabdi di TNI AD

Letjen (Purn) Susilo Haryanto meluncurkan memoar berjudul 'Dari Taruna hingga Jenderal' yang merekam 40 tahun pengabdiannya di TNI AD, dari Akmil hingga Pangkostrad. Buku ini menjadi warisan berharga bagi generasi muda TNI, sarat nilai integritas dan loyalitas yang membanggakan Korps. Peluncuran di Aula Ahmad Yani pada 21 Agustus 2026 dihadiri para purnawirawan seangkatan yang memberikan apresiasi mendalam.

Di tengah heningnya Aula Ahmad Yani, Jakarta, pada tanggal 21 Agustus 2026, terasa getar penghormatan yang mendalam ketika seorang putra terbaik bangsa meluncurkan memoar yang merekam jejak pengabdiannya selama empat dasawarsa. Letnan Jenderal TNI (Purn) Susilo Haryanto, dengan penuh kerendahan hati, membuka lembaran kenangan melalui buku berjudul "Dari Taruna hingga Jenderal". Bagi para purnawirawan yang hadir, momen ini bukan sekadar peluncuran buku, melainkan sebuah napak tilas ke masa-masa ketika kesetiaan dan dedikasi menjadi napas hidup seorang prajurit. Beliau mengingatkan kembali bahwa integritas dan loyalitas adalah pilar utama yang tak pernah lapuk oleh zaman, sebuah pesan yang langsung menyentuh sanubari setiap serdadu yang pernah mengabdi.

Perjalanan Panjang Seorang Taruna: Dari Akmil hingga Pangkostrad

Memoar ini bukan sekadar kumpulan catatan, melainkan cermin dari perjalanan dinas yang penuh liku dan kebanggaan. Selama 40 tahun, Letjen (Purn) Susilo Haryanto mengabdikan diri di TNI Angkatan Darat, merentang dari masa taruna di Akademi Militer hingga amanah sebagai Pangkostrad. Dalam setiap langkahnya, beliau tak lepas dari tradisi satuan yang kental dan nilai-nilai luhur Korps. Para undangan yang hadir, termasuk para purnawirawan seangkatan, memberikan apresiasi mendalam karena buku ini berhasil menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan perjuangan. Beberapa catatan pengabdian yang beliau bagikan antara lain:

  • Masa pendidikan di Akmil yang membentuk karakter kepemimpinan dan kedisiplinan.
  • Pengalaman dinas di berbagai satuan, termasuk operasi di perbatasan yang menguji mental dan fisik.
  • Kisah-kisah penuh tawa dan haru, seperti saat latihan di hutan Kalimantan yang mengajarkan arti solidaritas.
  • Perjalanan meniti karir hingga menjadi Pangkostrad, puncak pengabdian di Korps Baret Hijau.

Warisan Berharga bagi Generasi Muda TNI AD

Buku Memoar ini bukan sekadar dokumentasi masa lalu, melainkan lentera bagi generasi penerus TNI AD. Letjen (Purn) Susilo Haryanto, dengan ketulusan hati, ingin agar pengalaman dan pelajaran berharganya tidak sirna ditelan waktu. Acara yang diakhiri dengan sesi tanda tangan buku itu menjadi saksi betapa memoar ini dinanti sebagai warisan intelektual dan spiritual. Para purnawirawan yang hadir merasa terharu, karena melalui lembaran-lembaran ini, mereka kembali merasakan getaran pengabdian kepada bangsa dan negara. Semoga apa yang beliau torehkan dalam Buku Memoar|Letjen Susilo|TNI AD ini menjadi inspirasi bagi setiap prajurit untuk terus menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

Di akhir acara, suasana hening penuh hormat menyelimuti ruangan. Para purnawirawan yang hadir, dengan mata berkaca-kaca, saling berjabat tangan, seolah mengucap syukur atas perjalanan yang telah ditempuh bersama. Kepada Letnan Jenderal TNI (Purn) Susilo Haryanto, kami haturkan penghormatan setinggi-tingginya. Semoga setiap lembar memoar ini menjadi saksi bisu atas dedikasi dan cinta tanah air yang tak pernah padam. Jasa dan pengabdian beliau, serta seluruh purnawirawan, akan selalu terukir dalam sejarah perjuangan bangsa. Terima kasih, Jenderal. Hormat kami, dari generasi yang meneruskan estafet perjuangan.

Peluncuran Buku Memoar TNI AD
Topik: Peluncuran Buku Memoar, TNI AD
Tokoh: Susilo Haryanto
Organisasi: TNI AD, Akmil, Pangkostrad
Lokasi: Jakarta, Kalimantan