Suasana khidmat menyelimuti Istana Negara pada 24 Agustus 2026, saat Presiden RI secara langsung menyematkan Bintang Gerilya kepada 15 orang veteran pejuang kemerdekaan. Penghargaan ini bukanlah sekadar medali, melainkan simbol pengakuan negara atas pengabdian tanpa syarat di medan perang selama revolusi fisik 1945–1949. Dalam upacara kenegaraan yang penuh dengan nilai-nilai kehormatan, para veteran yang telah melewati usia senja tampak tegap berdiri, mengenang masa-masa perjuangan yang tak lekang oleh waktu. Momen ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pengorbanan mereka adalah fondasi kokoh bagi kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.
Sebentuk Penghormatan Tertinggi untuk Pengabdian Tanpa Batas
Bintang Gerilya yang disematkan berdasarkan Keputusan Presiden ini merupakan penghargaan khusus bagi mereka yang bertempur secara gerilya melawan penjajah. Dalam suasana haru, salah satu penerima, Kapten (Purn) Bambang Soeprapto yang genap berusia 97 tahun, tampak terbantu menggunakan tongkat namun tetap tegap saat menerima medali dari kepala negara. Presiden dalam pidatonya menegaskan bahwa pengorbanan para veteran tidak akan pernah terlupakan dan harus menjadi inspirasi bagi generasi muda TNI. Berikut adalah catatan pengabdian yang menjadi dasar pemberian penghargaan ini:
- Masa perjuangan selama Revolusi Fisik 1945–1949, di mana para veteran bertempur dalam kondisi serba terbatas dengan senjata seadanya.
- Peran dalam mempertahankan kedaulatan negara melalui taktik gerilya yang cerdas dan penuh pengorbanan.
- Kesetiaan dan dedikasi yang tidak pernah padam meskipun usia telah lanjut, tetap menjadi teladan bagi prajurit TNI masa kini.
Suasana semakin emosional saat para veteran bersama-sama menyanyikan lagu 'Darah Juang'. Meskipun suara mereka lirih, namun semangat yang terpancar dari raut wajah mereka begitu kuat, seolah-olah membawa kembali kenangan akan medan laga yang pernah mereka arungi. Tidak sedikit hadirin yang meneteskan air mata, merasakan betapa besar jasa para pejuang ini.
Kisah di Balik Medali: Semangat yang Tak Pernah Pudar
Di balik setiap Bintang Gerilya yang tersemat di dada para veteran, tersimpan kisah perjuangan yang heroik. Mereka adalah para pejuang yang tidak hanya bertempur dengan senjata, tetapi juga dengan semangat pantang menyerah. Penghargaan Bintang Gerilya yang disematkan di Istana Negara menjadi bukti bahwa negara tidak melupakan jasa mereka. Acara yang diakhiri dengan ramah tamah antara para veteran dan keluarga purnawirawan ini menciptakan suasana keakraban yang hangat, sekaligus menjadi momentum silaturahmi antargenerasi pejuang.
Kita semua patut bersyukur bahwa di tengah perkembangan zaman, tradisi penghormatan kepada para veteran tetap dijaga dengan baik. Istana Negara menjadi saksi bisu atas penghargaan yang diberikan kepada mereka yang telah berkorban jiwa dan raga. Semoga semangat juang para veteran ini terus mengalir dalam jiwa setiap prajurit TNI dan generasi muda bangsa.
Dengan penuh hormat, kami ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada para veteran penerima Bintang Gerilya. Jasa dan pengabdianmu adalah cahaya yang menerangi jalan bangsa ini. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melimpahkan rahmat dan kesehatan kepada para purnawirawan yang telah berjuang demi Indonesia merdeka. Hormat kami, berdiri tegak untuk kehormatanmu.