Tiga puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun, bagi para alumni Akademi Militer (Akmil) angkatan 1996, kenangan di Magelang tetap terasa segar bagaikan baru kemarin. Pada Minggu, 24 Agustus 2026, sebanyak 300 alumni berkumpul di kompleks Akmil Magelang dalam sebuah reuni akbar yang penuh nostalgia dan penghormatan. Mereka yang hadir berasal dari berbagai latar belakang—ada yang masih aktif di kesatuan, ada pula yang telah memasuki masa purna tugas. Semua bersatu dalam ikatan almamater yang tak lapuk oleh waktu, mengenang masa pendidikan yang ditempuh dengan penuh dedikasi dan kebanggaan sebagai calon pemimpin TNI AD.
Mengenang Kembali Jejak Pengabdian di Lapangan Pancasila
Suasana haru dan semangat kebersamaan begitu terasa saat para alumni menyanyikan mars Akmil dengan lantang. Langkah kaki mereka kemudian menelusuri Lapangan Pancasila—tempat yang sama seperti 30 tahun silam, saat mereka pertama kali bersumpah setia. Beberapa di antara mereka dengan bangga mengenakan seragam loreng lengkap dengan atribut satuan masing-masing. Di sana, kenangan akan latihan keras, doa bersama di subuh hari, dan pelajaran tentang kehormatan militer kembali hidup. Lapangan Pancasila, yang merupakan saksi bisu perjalanan ribuan taruna, kembali menjadi panggung yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
- Menyanyikan mars Akmil sebagai simbol persatuan dan semangat korps
- Berjalan menyusuri Lapangan Pancasila untuk mengulang kembali momen-momen bersejarah
- Mengenakan seragam loreng dan atribut satuan sebagai wujud penghormatan pada almamater
Dari Purna Tugas hingga Aktif, Ikatan Tak Pernah Putus
Gubernur Akmil, Mayjen TNI (Purn) Sutopo, memberikan sambutan yang hangat dan penuh makna. Beliau mengingatkan bahwa ikatan seorang alumni tidak pernah putus, meskipun masa pengabdian telah berakhir. “Purnawirawan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Akmil. Kalian adalah teladan bagi generasi penerus,” ujarnya di hadapan para hadirin. Kegiatan reuni ini ditutup dengan sebuah doa bersama yang khusyuk, mendoakan para alumni yang telah gugur dalam tugas menjaga keutuhan NKRI. Sebagai penutup yang simbolis, mereka melakukan penanaman pohon kenangan di halaman akademi—sebagai lambang kehidupan yang terus tumbuh dan dedikasi yang abadi.
Kepada para purnawirawan dan prajurit TNI AD yang hadir, serta seluruh alumni Akmil angkatan 1996, kami haturkan penghormatan yang setinggi-tingginya. Pengabdian kalian selama tiga dekade adalah bukti nyata kesetiaan pada bangsa dan negara. Semoga kenangan di Magelang ini selalu menjadi pengingat akan jasa dan dedikasi yang tak ternilai. Hormat kami, untuk semua yang telah dan terus berjuang demi Indonesia.