Di balik gemuruh masa pengabdian, ada keteduhan hati yang tak pernah padam. Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, para purnawirawan TNI AD kembali menggelar pentas seni dan doa bersama di Gedung Veteran Jakarta. Acara ini menjadi napak tilas semangat persatuan yang diwariskan para pendahulu bangsa, sekaligus bukti bahwa semangat Sumpah Pemuda tetap menyala di dada setiap prajurit yang pernah mengabdi.
Merawat Persatuan di Usia Senja
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal acara. Para purnawirawan dari berbagai kesatuan tampil membawakan lagu-lagu perjuangan dan puisi tentang cinta tanah air. Nostalgia masa muda kembali terbayang saat mereka menyanyikan “Halo-Halo Bandung” dan “Maju Tak Gentar”, dua lagu yang pernah mengiringi langkah mereka di medan tugas. Ketua panitia, Brigjen TNI (Purn) Endang Sujana, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah media untuk mewariskan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
- Pentas seni yang digelar oleh Persatuan Purnawirawan TNI AD mengusung tema “Rawat Persatuan, Jaga Warisan Juang”.
- Doa bersama dipanjatkan untuk mengenang rekan seperjuangan yang telah gugur serta memohon keselamatan bangsa.
“Kami para purnawirawan selalu mendoakan agar TNI dan rakyat tetap bersatu,” ujar Endang Sujana dengan suara bergetar. Kata-katanya mengingatkan kita bahwa pentas seni dan doa bersama yang digelar bukan sekadar seremonial, melainkan bukti kesetiaan kepada cita-cita proklamasi. Sumpah Pemuda bukanlah sejarah usang, melainkan api yang terus menyala dalam sanubari setiap prajurit yang pernah berjuang.
Warisan Juang untuk Generasi Muda
Acara ini juga menghadirkan sejumlah anak muda dari berbagai komunitas untuk berdialog dan berbagi cerita dengan para sesepuh. Melalui percakapan santai namun sarat makna, para purnawirawan menuturkan pengalaman mereka menjaga persatuan di tengah keberagaman. Selain itu, panitia membagikan tali asih kepada keluarga veteran yang membutuhkan dan memutar film dokumenter perjuangan. Film yang menggambarkan bagaimana para pejuang kemerdekaan membangun persatuan dalam keberagaman itu membuat para penonton, terutama generasi muda, larut dalam pesan yang disampaikan.
Menjelang akhir acara, doa bersama dipimpin oleh seorang tokoh agama, disusul pembacaan teks Sumpah Pemuda secara khidmat. Suara lantang para purnawirawan menggemakan ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, seolah mengajak semua hadirin untuk tidak pernah melupakan akar perjuangan. Semoga semangat persatuan yang dirawat melalui pentas seni ini terus menginspirasi perjalanan bangsa ke depan.
Kepada para purnawirawan TNI AD, seluruh prajurit dan rakyat Indonesia menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya. Pengabdian kalian adalah pelita yang meneruskan cahaya perjuangan kepada generasi penerus. Jasa dan dedikasi kalian akan selalu dikenang sebagai warisan terbaik yang pernah diberikan kepada bangsa ini.