Minggu pagi yang syahdu di Lapangan Sangkuriang, Bogor, menjadi saksi berkumpulnya para purnawirawan Kostrad dari berbagai angkatan. Dalam balutan baret hijau khas dan deretan medali yang bercerita tentang pengabdian panjang, mereka memperingati 60 tahun dedikasi kepada bangsa dan negara. Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti setiap sudut lapangan saat para veteran, yang sebagian telah berusia senja, saling berpelukan dan mengenang masa-masa penuh perjuangan. Reuni ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momentum untuk menegaskan bahwa pengabdian seorang prajurit tidak pernah berakhir, bahkan setelah purna tugas.
Napak Tilas Enam Dekade Pengabdian: Dari Hutan ke Medan Perdamaian
Acara diawali dengan upacara penghormatan kepada lambang satuan, diikuti napak tilas perjalanan dinas yang diiringi cerita dari para senior. Mereka menuturkan pengalaman bertempur di hutan rimba, operasi penumpasan pemberontakan, hingga misi perdamaian di berbagai negara. Di balik setiap kisah, terselip nama-nama rekan yang gugur sebagai kusuma bangsa. Berikut beberapa catatan pengabdian yang dikenang:
- Latihan gerilya di hutan lebat yang membentuk mental baja prajurit Kostrad.
- Operasi penumpasan G30S/PKI dan pemberontakan separatis di berbagai daerah.
- Misi perdamaian PBB di Kamboja, Bosnia, Lebanon, dan Afrika yang mengharumkan nama Indonesia.
Tawa dan haru mewarnai setiap penuturan, karena di balik kegagahan tersimpan luka dan kerinduan akan rekan seperjuangan. Purnawirawan Kostrad yang hadir tidak hanya bernostalgia, tetapi juga mewariskan semangat juang kepada generasi penerus.
Silaturahmi Lintas Generasi: Menjaga Nyala Jiwa Korsa
Kegiatan reuni juga diisi dengan penyerahan tali asih kepada keluarga veteran yang ditinggalkan, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama. Ketua panitia, Brigjen TNI (Purn) Soedarmono, menyampaikan bahwa acara ini penting untuk menjaga silaturahmi dan menularkan nilai-nilai luhur Kostrad. “Kami bukan sekadar bernostalgia, tetapi ingin menegaskan bahwa pengabdian tidak pernah usai. Kostrad adalah keluarga besar yang terikat darah dan doa,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Doa bersama dan renungan malam menutup rangkaian acara, mengheningkan cipta untuk para pahlawan yang telah gugur. Bagi para purnawirawan, reuni ini adalah bukti bahwa ikatan batin yang terjalin di medan laga tidak akan pernah pudar oleh waktu.
Kami, segenap redaksi Berbakti, menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para purnawirawan Kostrad yang telah mengabdikan jiwa raga demi keutuhan NKRI. Pengorbanan dan dedikasi Bapak-bapak sekalian adalah warisan abadi yang akan terus dikenang oleh generasi penerus bangsa. Semoga semangat juang dan jiwa korsa tetap menyala dalam setiap langkah pengabdian, kini dan selamanya.