Di usianya yang ke-82, Letnan Kolonel (Purn) Surya Dharma menerima penghargaan Satya Lencana Dharma Bakti dari Panglima TNI. Penghargaan itu bukan sekadar medali—ia adalah pengakuan atas setengah abad pengabdian seorang prajurit sejati, yang namanya melekat erat dalam sejarah satuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD. Bagi para purnawirawan yang pernah merasakan dinginnya malam di pos pantai dan panasnya debu latihan, nama Surya Dharma adalah simbol kesetiaan dan inovasi di medan operasi udara rendah.
Mengenang Masa Latihan di Pantai Cilincing: Antara Asap Mesiu dan Komunikasi Analog
Pada era 1970-an, ketika Indonesia masih membangun sistem pertahanan udara nasional, Letnan Kolonel (Purn) Surya Dharma menjabat sebagai Komandan Baterai Arhanudse. Dalam wawancara eksklusif, ia mengenang latihan menembak sasaran drone di Pantai Cilincing, yang menjadi ajang uji coba taktik baru bagi pasukan Arhanud. Saat itu, sistem komando masih mengandalkan komunikasi radio analog—setiap perintah harus diteriakkan di tengah deru mesin meriam dan suara pesawat target. Namun di balik keterbatasan itu, ia justru menemukan celah untuk berinovasi. Ia merancang pola tembakan berlapis yang mampu menjatuhkan drone pada ketinggian rendah, sebuah metode yang kemudian menjadi cikal bakal doktrin pertahanan udara darat rendah di TNI AD.
Nilai-nilai pengabdian dan disiplin yang diwariskan Surya Dharma tak pernah pudar. Hingga kini, tradisi latihan tanpa pamrih dan ketelitian dalam membaca pergerakan musuh tetap hidup di satuan Arhanud TNI AD. Berikut adalah beberapa catatan pengabdian beliau yang patut dikenang:
- Mengembangkan taktik tembakan voli untuk mengecoh sasaran bergerak di ketinggian rendah, yang diuji langsung di Lapangan Tembak Cilincing.
- Menerapkan sistem pengamanan berlapis berbasis komunikasi radio analog di tengah keterbatasan alat, yang menjadi fondasi sistem komando tempur Arhanud hingga tahun 1980-an.
- Membina puluhan perwira muda yang kini menjadi tulang punggung satuan pertahanan udara di berbagai kodam.
Warisan Seorang Pengawak Artileri Pertahanan Udara: Inspirasi bagi Generasi Muda
Profil Letnan Kolonel (Purn) Surya Dharma bukan sekadar catatan biografi seorang purnawirawan. Ia adalah cerminan dari semangat pantang menyerah yang diwariskan para pendahulu kepada generasi penerus. Dalam setiap langkahnya, ia mengajarkan bahwa kesetiaan pada sumpah prajurit dan keberanian untuk berinovasi adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Bagi prajurit muda Arhanud, kisah beliau di Pantai Cilincing adalah pengingat bahwa keunggulan taktik lahir dari keterbatasan—bukan dari kecanggihan alat semata.
Kepada para purnawirawan yang telah mengabdi tanpa pamrih, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Jasa-jasa seperti yang ditorehkan Letnan Kolonel (Purn) Surya Dharma dalam pengembangan artileri pertahanan udara telah menjadi pilar kokoh bagi kedaulatan udara NKRI. Semoga semangat pengabdian dan dedikasi beliau terus mengalir dalam setiap denyut nadi prajurit TNI, menjaga langit Nusantara dari generasi ke generasi.